Ketua PIN Sumut Ustadz Rizal Kota : Sesalkan penghinaan terhadap suku di Nusantara



Medan I Satelitonlinenews.com


Ketua Pejuang Islam Nusantara Sumatera Utara Ustadz Rizal Koto menegaskan bahwa kita harus merawat NKRI dan menghentikan pernyataan negatif berbau SARA. Hal ini terkait pernyataan penghinaan yang dilakukan dua politikus terhadap suku bangsa dan ras di Indonesia. Masih segar diingatan kita hinaan seseorang terhadap suku Sunda, sekarang kita dengar lagi ejekan dan hinaan terhadap suku dayak di Kalimantan. Jelas ini bukan budaya warisan leluhur bangsa Indonesia yang saling menghormati dan menghargai perbedaan, ucapnya kepada Wartawan, Senin (24/1). Menurutnya,  Kebhinekaan adalah urat nadi nusantara, sekaligus anugerah dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, jika seseorang mengejek, menghina atau mendiskreditkan satu bangsa dengan keburukan berarti dia telah membully seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke. 

Kepada elit politik bila merasa tidak setuju dgn keputusan pansus IKN, tentang pemindahan dan nama ibukota baru, silahkan kritik dengan cara sopan, santun dan berakhlak mulia, terlebih saya yakin anda memiliki pendidikan dan agama yang mengajarkan untuk berbudi bahasa, memilih bahasa yg baik yg tidak menyakiti orang lain. Bangsa ini dikenal dengan kekayaan budayanya, jangan sampai perahu negeri ini pecah hanya karena nafsu politik pribadi dan golongan tertentu. 

Ingatlah selaku orang yang beragama Islam kita dituntun dengan kalam ilahiy yang santun;

"Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti". ( QS.Al Hujarat:13)

 Jelas, yang paling mulia adalah yang paling bertaqwa. Jadi tidak ada hak kita menganggap suku A, B atau C hina atau mengatakan tempat mereka tinggal yang pantas adalah tempat hewan. Ini sangat keterlaluan. 

 Lebih jelas lagi di fahami dari ajaran Qur'an:

"Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) .."

( QS.Al Hujarat:11)


Ust.Agus Rizal menghimbau agar para sahabat nusantara khususnya suku yang dihina , di ejek atau di cemoohkan untuk sabar dan dapat menahan diri, dimanapun berada. Kita jaga stabilitas keamanan dan kenyamanan NKRI, sembari menunggu proses hukum yang berlangsung. 

Agar kejadian ini terjadi tidak terus berulang perlu dilanjutkan secara hukum sebagai efek jera. 

Mulut mu adalah harimau kamu, begitulah pribahasa mengatakan. 

Amirul mukminin Abu Bakar Asshiddiq menurut suatu hikayat selalu meletakkan batu mulutnya, di kulumnya. Sehingga hal ini menjadi pertanyaan bagi Sahabat lain mengapa itu dilakukannya. Orang yang pernah menyedekahkan seluruh hartanya untuk kemaslahatan umat itu menjawab; "saya akan berkata setelah saya berpikir apakah ucapan saya itu akan menyakiti hati orang lain atau tidak". Begitulah teladan yang diberikan sahabat dari baginda Rasulullah SAW. 

Banyak pesan dan hikmah yang menjelaskan tentang bahaya lidah yang berucap asal tanpa berpikir terlebih dahulu.

Semoga Nusantara ini terhindar dari perpecahan. Damailah Indonesia.red

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama