| Ketua Badan Koordinasi Pemuda Muslim (Bakopam) Sumut Ibnu Hajar |
Medan I Satelitonline.com
Pengeroyokan wartawan di Madina yang diduga dilakukan oknum ormas pemuda diduga atas suruhan penambang emas ilegal, sangat kita sesalkan, sudah saatnya aparat hukum agar menangkap aktor intelektual dibalik pengeroyokan wartawan Jefry Barata Lubis tersebut, tegas Ketua Badan Koordinasi Pemuda Muslim (Bakopam) Sumut Ibnu Hajar kepada Wartawan, Minggu (6/3). Menurutnya, tindakan penganiayaan atau menghakimi sendiri tidak dapat dibenarkan apalagi melakukan pengeroyokan sehingga sebaiknya juga tambang mas ilegal tersebut harus ditutup sebagai akar permasalahan, ungkapnya. Akan tetap yang paling penting adalah aktor intelektual dibalik pengeroyokan tersebut, yang sepertinya sudah diseting oleh oknum pengusaha tambang emas ilegal, ucapnya.
Lebihlanjut Ibnu, Dalam hal tersebut juga kita sangat apresiasi kepada jajaran Poldasu dan Polres Madina yang terus mengejar para pelaku pengeroyokan terhadap wartawan tersebut, ucapnya. Kita apresiasi gerak cepat aparat kepolisian dalam mengungkap dalang dibalik penyerangan terhadap wartawan tersebut, pungkasnya.
Sebelumnya diketahui, Penganiayaan itu disinyalir suruhan dari penambang emas ilegal yang tak terima dengan pemberitaan yang menyoroti status tersangka yang ditangani Polda Sumut.
Kejadian terjadi sekira pukul 20.30 Wib, di Lopo Mandailing Coffe SPBU Aek Galoga, Madina. Akibat penganiayaan tersebut, Jeffry mengalami luka memar di bagian wajah sebelah kanan. Dan peristiwa ini pun telah ditangani Polres Madina.
Kekerasan yang menimpa Jeffry ini diduga terkait dengan pemberitaannya yang membuat salah satu Ketua OKP di kabupaten Madina tersebut gerah, karena merupakan tersangka pada kasus itu.
Jelas Jeffry, Ketua OKP itu meminta waktunya untuk bertemu dengan orang suruhannya. Ia sendiri tidak mengerti maksud dan tujuan dari pertemuan itu.
Namun setiba di lokasi yang dimaksud, terangnya, seseorang yang merupakan anggota Ketua OKP itu langsung melakukan penyerangan dan melakukan pengeroyokan bersama rekannya hingga Ia mengalami luka memar di bagian wajah.
Kabid humas menambahkan para pelaku untuk menyerahkan diri. Indentitasnya sudah kita ketahui, menyerahkan diri saja untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tegasnya.red
Posting Komentar