![]() |
| Syahrir Nasution |
Oleh : Syahrir Nasution
Profesor Ilmu Politik Jefrie Winters dari North Western University Amerika Serikat dalam Bukunya Oligarky (tahun 2011) Mengkonklusikan / memberikan kesimpulan bahwa Motivasi (dorongan) dari semua prilaku Oligharki : adalah “mempertahankan Kekayaannya”. Segala macam cara akan di lakukan dalam rangka “ mempertahankan kekuasaan” (Power Defending) & memelihara kekuasaan dari para Oligharki tsb serta keterlibatannya dalam “ meng claim “ HAK MILIK “ dan kekuasaan kolektif secara paksa terhadap Cabang Cabang Produksi Negara. Siapa2 kah mereka itu yang disebut dengan Oligharkie tersebut?.
Jelasnya adalah pihak-pihak yang berkepentingan dalam memberikan suntikan ataupun “ amunisi” dana besar maupun kontribusi sbg “ Fundrising” bagi kemenangan “ PENGUASA” dalam ajang PEMILU atau PILPRES , maupun pada masa-masa sebelumnya.
Sebagai seorang Penguasa (bukan Pemimpin), yang meneguhkan diri nya sebagai penganut Oligharkie, maka bentuk kekuasaan Politik nya secara efektif hanya di dominasi oleh : segelintir kalangan terbatas saja.
Mengangkat atas sistem demokrasi meniscayakan Indonesia terjebak pada : “ Labirin Politik” berbiaya tinggi. Hal ini merupakan lumrah dan biasa, jika para Pebisniss / Pengusaha ikut membesarkan dan memelihara calon Penguasa yang menjadi “ The Rising Star” nya, yang mereka harapkan untuk dapat mengamankan Emperium Bisnisnya Lumrah saja , karena “ Cost “ / ongkos untuk melenggang menjadi Penguasa tersebut sangat lah Fantastis besarannya. Ironis rasanya hanya ditanggung oleh : yang akan berkompetisi saja . Disinilah muncul para “ Cukong Cukong menawarkan jasanya seolah olah bak seorang “ HERO “ yang sungguh2 untuk memberikan “ sedekah nya demi melanggengkan bisnisnya.
Sejak itulah kiprah para cukong2 itu mulai “ Menyandera” calon yang ingin bernafsu akan birahi “ kekuasaan” tersebut di perangkap oleh “ CUKONGISASI2 itu.
Pertanyaannya, Siapakah yang mampu memberikan “ Fund Rising” segitu besar, ?. Tentu para Pebisniss atau Pengusaha tersebut yang memilki Coorporasi besar. Akibat nya merekalah yang bakal menentukan “ Corak dan Jalannya Pemerintahan ini. Orang tersebut lah yang disebut dengan para Oligharkie Bisniss yang juga bersekutu dengan para Oligharkie Partai Politik yang ada di Parlemen. Sedangkan Penguasa tadi sesungguh nya hanya sebagai “ BONEKA”hidup yang dikendalikan oleh para OLIGHARKIS itu. Justru kerja dari Penguasa itu hanya “ mengabdi kepada kepentingan Coorporasi dan bukan kepada rakyatnya.
Lihatlah Visi Pembangunan Rezim Zholim hari ini “ PRO PADA EKSPANSI” bisniss coorporasi besar yang sdh “ bersedekah” terhadap “ Boneka” yang mereka dudukkan di kursi singgasana kekuasaan. Dahsyat nya lagi Rezim ini menegaskan bahwa: penentu pergerakan Ekonomi Indonesia saat ini katanya 85% adalah Swasta & BUMN, bukan merupakan kerja PEMERINTAH.
Ini membuktikan Pemerintah Rezim Zholim hari ini hanya sebagai “ PENGHAMBA” kepada para Oligharkie2 tersebut.
Visi tersebut jelas2 bukanlah visi seorang Pemimpin yang Negarawan, karena tidak berpihak kepada “ Hajat Hidup Rakyat “ banyak. Artinya, kerja dari Penguasa Rezim Zholim hanya demi Coorporasi (hanya “ menghamba”) semata2. Investasi, Foreign Direct Investment (FDI)Investasi Langsung Asing msih merupakan fokus “ Pembangunan Ekonomi” dari Rezim Zholim hari ini. Bahkan menjadi “ FOKUS UTAMA”, Investasi itu ditengarai akan menguntungkan jaringan Bisniss maupun rekanan Asing para Oligharkie tersebut.Oleh karena itu semua “ penghalang” Investasi itu harus “ diberangus” dengan segala bentuk cara. Demi untuk pemberhalaan kepada para Oligharkie2. Disini kelihatan, mustahil para Oligharkie untuk memikirkan kepentingan rakyat.
* Managing Director , POLITICAL & ECONOMIC CONSULTING INSTITUTE - Indonesia ( PECI - Indonesia ).
.jpg)
Posting Komentar