LELUHURKU PAHLAWANKU NOMOR SATU..



Oleh : Marwan Ashari Harahap

 

Yang paling utama sekali, saya MARWAN ASHARI HARAHAP, 

Atas Nama Keluarga Besar Pimpinan Pusat Pemuda Tabagsel, Mengucapkan ; DIRGAHAYU REPUBLIK INDINESIA KE 77, Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat.


Leluhur atau nenek moyang kita yang secara ikhlas telah mendidik kita sejak dulu kala, mewariskan kepada kita semua tentang nilai-nilai luhur dan kebaikan, adat istiadat serta budaya yang mengatur bagaimana kita hidup dalam kehidupan , hubungan sosial kekerabatan maupun  kemasyarakatan antar sesama dan juga bagaimana kita hidup dan memperlakuan sehingga selaras dengan alam sekitar kita.dan hal itu lahir dan muncul berdasarkan kearifan tradisional yang tercipta berdasarkan pengalaman secara otodidak  (experience  is the best) tidak membutuhkan penelitian, riset maupun tekhnologi, tapi sudah teruji dan terbukti tetap relefan sepanjang zaman, meskipun kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi seperti sekarang ini tetap up to date dan diterima masyarakatnya, yang kenudian selanjutnya dijadikan sebagai tuntunan serta pedoman bagi generasi ke generasi  hingga ke zaman modern sekarang ini masih tetap relevan dan diamalkan dalam tatanan kehidupan bermasyarakat.


Banyak pengalaman serta kearifan para leluhur kita hingga sekarang ini tetap dilajsanakan, tidak lekang karena panas dan tidak lapuk karena hujan. Serta telah teruji dan terbukti ampuh mejadi petunjuk dan pedonan bagi tegak berdirinya peradaban Masyakat Tabagsel.


Berbagai contoh kearifan yang telah diperbuat para leluhur zaman dulu namun hingga sekarang masih tetap dipraktekkan masyarakat dan bahkan sering menjadi "ikon program" bagi pemerintah, misalnya dengan "Gotong royong semua tertolong" semboyan ini sebenarnya sdh nenjadi tradisi bagi masyarakat Tabagsel secara tturun temurun, jauh sebelum bangsa Indonesia merdeka yaitu dikenal dengan sebutan "Marsislapari". Adalah simbol ketahanan pangan dan ketahanan masyarakat Tabagsel dalam menyelesaikan tugas-tugas maupun hajatan besar.


Marsialap ari atau gotong royong secara bergiliran adalah kunci sukses masyarakat Tabagsel dimasa lalu dalam membangun peradaban besar  dan terbukti hingga sekarang tetap diamalkan dan terbukti sangat ampuh dalam  menyelesaikan tugas dan program besar..dan ini jugalah yang kita terapkan dalam program Pemuda Tabagsel.


Begitu juga dengan "Daliha Natolu" menyangkut hubungan -hubungan dan kejerabatan serta adat istiadat yang mengatur pola tatanan dalam kehidupan masyarakat, sehingga sebuah hajatan dapat terlaksana dan berjalan dengan baik.


Selan itu kecintaan pada leluhur kita terhadap lingkungan hidup, leluhur kita juga memiliki kearifan yakni "Lubuk Larangan", yaitu sebuah kawasan lubuk atau sungai dimana dilarang diambil ikannya, seperti larangan untuk memancing, menjala dan menangkap ikan di kawasan sungai tersebut hingga suatu waktu yg telah ditetapkan lamanya, biasanya setahun atau dua tahun barulah boleh dibuka atau dibolehkan ditangkap ikannya, hal ini dimaksudkan untuk memberi waktu dan kesempatan kepada ikan atau habitat lain yang ada di sungai tersebut untuk berkembang biak dan menjadi besar. Dan bissanya waktu dibuka, masyarakat bersmai- ramai turun ke sungai kawasan lubuk larangan tersebut untuk menangkap ikan dengan membayar tiket dimana uang tiket yg terkumpul akan menjadi uang kas desa yg diperuntukkan untuk membeli atau membangun serta prasarana untuk kepentingan bersama


Begitu juga dengan dunia romantika, Naposo Bulung (dunia anak muda) dikenal dengan tradisi "Marhusip" yaitu model pacaran anak muda zaman dulu, yaitu pembicaraan secara bisik-bisik diantara sepasang muda nudi- terpisah dinding atau pattar rumah panggung.

Biasanya dilakukan tengah malamm melakukan pembicaraan tentang hubungan antara keduanya, hal ini seperti sejalan dengan ajaran Islam tentang " muhrim".

Hal ini akan menghindari pergaulan bebas," kumpul kebo", dan bahkan perzinahan yang pada zaman sekarang telah menghancurkan moral generasi kita.

Wallahu A'lam Bisshowab. Semoga kita dan pemuda kita terhindari perbuatan yang destruktif ini.

 Oleh karena pengalaman para leluhur kita ini tentunya sudah melalui proses alam sehingga hanya pengalaman -pebgalaman terbaiklah yang diterapkan dan diwariskan kepada kita hingga sekarang ini. Oke karenanya patut kita syukuri. Dan sepantasnyalah kita kirimkan do'a 2 terbaik kita untuk leluhur kita...

Lahu Al- Fatihah.......


Bersatu Kita Kuat...!

Bergerak Kita Maju..!

Berusaha Kita Sejahtera !

Berpantang Kita Mundur

Berdoa Kita Bahagia .!



*Ketua Umum Pemuda Tabagsel

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama