Medan I Satelitonline.com
Proyek jalan dan jembatan di Dinas Bina Marga Bina Kontruksi (BMBK) Sumut senilai Rp 2,7 Triliun, yang sudah berjalan, namun tidak mencapai target, kemudian dalam perjalannya, karena tak mencapai target dan diduga ada yang tak sesuai pengerjaan sehingga Gubsu Edy Rahmayadi memutuskan kontrak terhadap PT Waskita Karya. Namun selang beberapa hari Proyek Rp 2,7 Triliun tersebut kembali berlanjut alias tidak jadi putus kontrak dan akan berlanjut di tahun 2023 ini.
Sebenarnya apa yang terjadi atas proyek tersebut, awalnya sudah putus kontrak, namun tiba-tiba tidak jadi putus kontrak. Sehingga menjadi pertanyaan dan perbincangan masyarakat, apalagi tersiar kabar bahwa proyek Rp 2,7 Triliun tersebut sudah masuk pengaduan ke KPK.
Sementara itu diketahui, Pemerintahh Provinsi Sumut tidak jadi memutus kontrak Waskita Karya proyek jalan Rp 2,7 triliun di Sumatera Utara. PT Waskita Karya bersama KSO PT SMJ dan PT Fajar Utama tetap mengerjakan proyek jalan dan jembatan strategis Sumut atau yang lebih dikenal proyek multiyears Rp 2,7 triliun.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumut Bambang Pardede melalui Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) proyek Rp 2,7 triliun Marlindo Harahap pada Sabtu 6 Mai 2023, menjelaskan pemutusan kontrak tidak jadi dilakukan, Waskita Karya dan KSO-nya tetap mengerjakan proyek multiyears Rp 2,7 triliun.
Diakui Kabid Pembangunan Dinas PUPR Sumut Marlindo Harahap, pihaknya sempat mengirimkan surat pemberitahuan pemutusan kontrak kepada pihak Waskita KSO pada 18 April 2023 lalu. Progres pengerjaan yang dinilai lamban, mendorong Dinas PUPR mengambil langkah tersebut.
Pemberitahuan pemutusan kontrak itu dilakukan juga karena Dinas PUPR Sumut tidak ingin status progres pekerjaan Rp 2,7 triliun menjadi tidak jelas. "Artinya jika Waskita tidak sanggup mengerjakan, ya kita putus. Tapi kan tidak segampang itu ada tahapan yang harus dilalui kemarin itu," ujar Marlindo Harahap.
"Namun akhirnya Waskita KSO pun berkomitmen menyanggupi untuk mengejar progres pekerjaan. Ini sudah melalui pembahasan dan analisa serta banyak pertimbangan dan akhirnya kita beri kesempatan," kata Marlindo Harahap lagi.
Di antaranya, ungkap Marlindo Harahap, Waskita KSO berkomitmen semua ruas jalan bagian dari proyek multiyears Rp 2,7 triliun sudah harus beraspal hingga akhir Agustus 2023.
"Mereka (Waskita KSO) menyatakan Agustus sudah black top, permukaan jalan sudah tertutup aspal," kata Marlindo Harahap sembari menambahkan sejalan dengan upaya tersebut, Waskita KSO membangun Aspal Mixer Plan (AMP) di 5 lokasi di Sumut.
"Secara umum memang kami melihat di lapangan sudah ada kemajuan progres," ujarnya. Begitu pun, Marlindo Harahap menegaskan pihaknya tidak percaya begitu saja atas apa yang dijanjikan Waskita. "Makanya kami terus memantau secara ketat, kita warning terus," tegas Marlindo.
Salah satu pemantauan adalah dengan terus meng-update progres pekerjaan di lapangan. Sesuai kesepakatan bersama, lanjut Marlindo Harahap, akan ada sanksi tegas bagi Waskita KSO jika tidak mampu memenuhi komitmennya.
"Artinya bukan tidak mungkin nanti kontrak mereka kita putus. Kita, pemprov, tidak rugi secara keuangan, karena yang kita bayarkan adalah sesuai tahapan progres. Tapi sebelum kesana, kita beri kesempatan bagi mereka mengerjakannya," jelasnya.tim

Posting Komentar