Cipayung Tap. Tengah - Sibolga, Tolak Isu SARA Beralaskan Demokrasi



Sibolga I Satelitonlinenews.com

Aspirasi adalah masukan yang beragam bentuk, salah satunya unjuk rasa. Unjuk rasa merupakan jalan terakhir dalam menyampaikan aspirasi, baik kritikan maupun saran pendapat. Penyampaian aspirasi dalam bentuk unjuk rasa telah diatur oleh Undang.- Undang nomor 9 Tahun 1998, tetapi jika dalam penyampaian aspirasi dimanfaatkan untuk melampiaskan kekecewaan yang membawa-bawa SARA, sangat lah tidak baik dan dapat menimbulkan persoalan baru, demikian dikatakan Anggi Marito, Ketua HMI Cabang Tapanuli Tengah -Sibolga, Kamis, 24/8, kepada awak media di Pandan Tap. Tengah.


Terkait hal tersebut, dimana pada hari, Selads 22/08, mengatasnamakan elemen Pemuda, Ormas dan Mahasiswa di Tap. Tengah melakukan unjuk rasa (UNRAS) di Kantor BAWASLU dan DPRD Tap. Tengah.


Lebih lanjut dikatakan, Sekira Zendrato, Ketua Bidang Organisasi dan Komunikasi GMKI Cabang Sibolga, "Yang seharusnya pemuda dan mahasiswa adalah sebagai contoh dalam mengedepankan nilai-nilai Pancasila dan kebhinekaan dalam kehidupan masyarakat.Tidak seperti pernyataan dalam aksi damai di depan gedung DPRD Tapteng yang sudah menyimpang dari nilai-nilai Pancasila dan kebhinekaan yang menyebutkan, bahwa Bawaslu RI dan Bawaslu Sumatera Utara bersifat sangat rasis dan sangat tendensius, hal ini tercermin dimana Bawaslu RI hanya mengakomodir komisioner dari  satu agama dengan mengkesampingkan nilai-nilai kebinekaan dan kemajemukan yang hidup di Kabupaten Tapanuli Tengah. Yang pernyataan ini sudah menjadi RASIS yang dapat menyebabkan perpecahan diantara masyarakat." 


Perbedaan adalah sebuah keniscayaan dan anugerah dari Tuhan yang maha kuasa, yang seharusnya disyukuri dan dinikmati secara baik, dan bukan untuk diperdebatkan atau dipertentangkan. Cara menikmati kebhinekaan atau perbedaan adalah bagaimana mampu menjaga persatuan, rasa persaudaraan, rasa kekeluargaan, dan rasa kasih sayang antarsesama.


Maka ini harus dipahami serius oleh kita semua, bahwa sebagai generasi bangsa hari ini, kita wajib untuk dapat menjaga dan mewariskan Pancasila sebagai landasan kehidupan untuk dilanjutkan dan diimplementasikan oleh penerus bangsa di masa yang akan datang, ujar Zendarato mengakhiri pendapatnya.


Kepentingan politik SARA cukup mengkhawatirkan serta menimbulkan keretakan terhadap akar persatuan dan keutuhan bangsa, GMNI mengajak kepada segenap elemen dari tingkatan Organisasi Pelajar, Ormas dan OKP untuk menyuarakan tolak politik SARA, demi menjaga Bhinneka Tunggal Ika dan Sila Ke - 3 Pancasila " Persatuan Indonesia"

Marilah kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Sibolga Tapanuli Tengah yang kita cintai". Ujarnya Wakil Ketua GMNI Cabang Sibolga,  Pandi Santoso


Kelompok Cipayung Tap. Tengah - Sibolga juga meminta kepada Polres Tap. Tengah & Sibolga agar jeli dan cermat dalam mensiasati setiap aspirasi dimana pintu masuk berjalannya suatu UNRAS adalah adanya laporan kegiatan UNRAS yang diajukan ke pihak Kepolisian, bisa aja disaat pelaporan atau pemberitahuan aksi, Uda di kaji dan dicernati, apakah ada muatan atau Isu SARA yang akan diselipkan, sebab Tahun Politik di Indonesia Uda meningkat, ujar Anggi Marito.red



Post a Comment

Lebih baru Lebih lama