Launching Buku TONA NI OMPUNGTA, Wakil Ketua Hikma Sumut Apresiasi Penulis



Medan I Satelitonlinenews.com

Dengan terbit dan Launchingnya buku Tona Ni Ompungta mendapat apresiasi yang tinggi dari tokoh Mandailing yakni Wakil Ketua Hikma Sumut H Syahrir Nasution kepada penulis yakni Syahril Hasibuan Spd yang juga Dewan / Bidang Adat dan Budaya HIKMA Sumut.


Bahwa dengan terbitnya buku tersebut sangat berguna bagi generasi muda Mandailing  agar cinta terhadap Leluhurnya.

Wakil Ketua PD. HIKMA Sumatera Utara  H Syahrir Nasution  dalam buku tersebut,“Sesungguhnya Kami menciptakan seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal “ --- QS. 49 : 13. Demikian juga halnya dengan bangsa indonesia telah diciptakan Tuhan bersuku-suku dan menempati daerah tertentu. Hal ini oleh bangsa Indonesia dilambangkan dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika (Unity in Diversity) yang bermakna sungguhpun ber beda-beda tapi satu kesatuan, yakni bangsa Indonesia yang bermukim dalam satu bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Tidak sia-sialah para The Founding Fathers (pendiri Republik Indonesia) yang sudah menciptakan semboyan ini, sehingga tidak ada keraguan lagi bagi kita untuk membicarakan masalah suku bangsa ini.Membicarakan suku-suku bukanlah sesuatu yang Tabu, disebabkan bersifat Primordialisme dan Separatisme. Jika dalam implementasinya terjadi halhal yang bertentangan dengan sifat kesatuan bangsa. Seperti Muara Batang gadis Tapanuli bagian Selatan (TABAGSEL) Provinsi Sumatera Utara. 



Orang yang mendiami wilayah ini dikenal Dengan Bangsa Mandailing yang sangat kental dengan ke Islamannya. Etnik ini memiliki ikatan darah, nazab, bahasa, aksara, sistem sosial, kesenian, adat dan kebiasaan Khas tersendiri dari etnik disekitarnya. Kebanggaan terhadap identitas tersebut harus tumbuh dan berkembang serta dikembangkan. 

Identitas itu harus menjadi Modal untuk membangun karakteristik, menguatkan kebersamaan (Egaliter) serta memberikan kepercayaan diri (Self Confidence) di tengah dinamika perubahan yang terjadi secara cepat dan terus menerus. Semakin meningkatnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Science & Technologie) telah menem bus dinding-dinding religi, adat istiadat serta kebiasaan yang merupakan nilai-nilai luhur yang dianut. Apabila itu sudah terwujud, maka akan terciptalah Orang Mandailing yang menyadari dan mengenal dirinya sebagai orang Mandailing. Bangga terhadap dirinya sebagai orang Mandailing. Itulah yang disebut dengan AMANDAILINGAN.

Selaku salah satu  Pimpinan Keluarga Besar Mandailing di Provinsi Sumatera Utara ini, saya secara Pribadi yang tercipta dari perilaku dan kepribadian (Pertsonality) nilai nilai kearipan lokal.Maksud dari kata etnis Mandailing bukan hanya mereka yang terlahir dan besar dikampung halaman “Bona Bulu“ Mandailing,akan tetapi juga mencakup mereka-mereka yang sudah merantau kedaerah lain dan masih menggunakan Identitas atau mengidentifikasi dirinya sebagai orang yang berasal dari Tano Mandailing. Dimanapun mereka berada, apapun kedudukan atau profesi yang dilakoni, selayaknya orang Mandailing harus menunjukkan Jati dirinya yang memperlihatkan identitas diri sebagai etnis Mandailing. Menunjukkan identitas diri sebagai orang berasal dari etnis Mandailing tidak harus dipahami sebagai bersikap Primordial, akan tetapi harus dilihat sebagai sesuatu yang mencerminkan kebesaran bangsa (National Dignity) dan sifat khas bangsa (National Identity).



Dengan diterbitkannya buku kecil TONA NIOMPUNGTA menambah nuansa dan khasanah Budaya Mandailing sebagai perbendaharaan, rujukan bagi yang membacanya serta turut dalam melestarikan dan membentengi generasi penerus anak bangsa tersebut.

Mandailing Contemporer/ kekinian adalah dikenal sebagai wilayah yang menyebar disepanjang sungai maupun atas nama Kelembagaan Parsadaan Mandailing, Appresiasi atas lahir dan terbitnya buku kecil ini dengan nama TONA NI OMPUNGTA .

Sementara itu Selaku Ketua DPD. HIKMA (Himpunan Keluarga Besar Mandailing) Kota Binjai, H. IRWANSYAH NASUTION, S.SOS. yang juga Sekretaris Daerah Kota Binjaia apresiasi saya atas terbitnya buku TONA NI OMPUNGTA ini Dengan membaca buku ini banyak hal-hal tentang kemandailingan yang selama ini kurang dipahami atau mungkin tidak diketahui menjadi terkuak. Semoga kehadiran buku kecil ini dapat memperkaya perbendaharaan pengetahuan kita ten tang Mandailing itu sendiri, terkhusus generasi muda Mandailing kedepan.***



Post a Comment

Lebih baru Lebih lama