Kamak Demo di Kantor Walikota Medan, Minta Bobby Harus Bertanggungjawab Buruknya Kinerja Para OPD




Medan I Satelitonlinenews.com

Puluhan massa aksi menamakan dirinya Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KAMAK) 

yang tergabung dari dua lembaga AMDHI dan AMPUH demo di depan Kantor Walikota Medan, Kamis (5/10). 

Massa meminta Bobby Nasution sebagai Walikota Medan Harus Bertanggungjawab Buruknya Kinerja Para OPD dari berbagai dinas yang ada.



Dalam orasinya Koordinasi aksi Kamak Riki Hambali  mengatakan, Pemimpin dan Kepala Daerah di Kota medan semestinya harus terus belajar dan berbenah tidak seperti seperti pemerintahan sebelumnya yang sudah beberap kali tersandung persoalan hukum dan jangan sampai menimbulkan persoalan yang dapat merusak nama baik kota medan terkhusus menghianati janji kepada masyarakat medan. semua harus mengacu kepada aturan yang ada saat ini bukan mengacu kepada kekuasaan dan kesewenangan dalam memimpin. jelas beberapa aturan yang jadi pedoman diantaranya Tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan Bebas dari Korupsi,Kolusi dan Nepotisme.(Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999), Tentang Setiap Orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, Menyalahgunakan Kewenangan,Kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau Kedudukan yang dapat Merugikan Keuangan Negara atau Perekonomian Negara.(Undang-undang Nomor 20 Tahun 2011), Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Pada  Bab.V yang mengatur peran serta masyarakat sesuai pasal 41 ayat (1) dan (2) dalam hal mencari dan memperoleh serta memberikan informasi.(Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999), KIP (Keterbukaan Informasi Publik).Bahwa Kebebasan Memperoleh Informasi Merupakan ciri terpenting dalam Negara Demokrasi untuk Mewujudkan Pemerintahan Bersih dan Terbuka.(Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008)

Koalisi Masyarakat anti Korupsi (KAMAK) Menyatakan sikap Sebagai Berikut :

1. Walikota medan Bobby Nasution harus ikut bertanggung jawab terhadap buruknya kinerja para kepala dinas yg ada dikota medan,seperti diantara bebetapa kali Persoalan parkir yang viral ditengah masyarakat kota medan atas ketidak becusan kadis perhubungan medan beserta jajarannya dalam menertibkan parkir liar. kita merekomendasi agar kadis perhubungan medan segera dicopot karena bukan rahasia umum kadis perhubungan medan adalah satu satu oknum pemberi suap atas kasus suap jabatan mantan walikota medan di persidangan Tipikor medan.

2. Lagi-lagi persoalan pengelolaan Anggaran Dinas Dinas Sumber daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Medan bermasalah dengan Angka fantastis hampir triliyunan APBD Kota Medan yang diperuntukkan kepada Dinas Sumber daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi tidak tepat sasaran dan harus diperiksa oleh penegak hokum. Triliyunan anggaran Dinas Dinas Sumber daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi yang diperuntukkan sebagian besar untuk pembangunan dan perbaikan drainase, yang malah menjadikan medan hamper tenggelam dan terus banjir semakin parah disetiap sudut Kota Medan di kepemimpinan Bobby Nasution.Kami juga mensinyalir dan menduga adanya keterlibatan Topan Ginting kadis Dinas Sumber daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Medan saat ini tidak berkerja sesuai kemampuan yang ada yang hasil kami lihat dilapangan masih banyak ditemukan berbagai pekerjaan yang amburadul dan terkesan tidak profesional dalam pelaksanaannya. Semoga boby nasution segera sadar dan segera mencopot Topan Obaza Ginting.

3. Kami juga meminta kepada Boby nasution agar mengevaluasi kinerja buruk Endar Sutan Lubis selaku Kadis PKCTR dimana paska ditunjuk sebagai kadis hingga saat ini berbagai persoalan muncul, diantaranya dugaan korupsi pembangunan kantor Kejari Medan yang runtuh padahal baru dibangun, gagalnya Kadis PKCTR dalam mengawal Kinerja pembangunan 3 gapura Selamat Datang di Kota Medan yang mengakibatkan kualitas yang buruk dan diperparah pengerjaannya berulang kali lewat kontrak, juga banyak ditemukan bangunan yang menyalahi perizinan di Kota Medan. Kita juga Menyoroti masih banyak persoalan yang muncul dalam pekerjaan Revitalisasi lapangan Merdeka Kota Medan, dan Pembangunan Islamic Centre, Khususnya Persoalan AMDALALIN dan Persoalan tanah timbun,

4. Meminta Bobby nasution selaku Walikota Medan mengevaluasi buruknya kinerja Topan ginting, Endar Sutan Lubis, Iswar Lubis Benny Iskandar bahkan merekomendasi untuk segera di copot.

5. Usut tuntas persoalan Gagalnya Proyek Pemasangan Lampu Ruas jalan atau  Lampu Pocong dikota medan yang telah menggunakan anggaran APBD kota medan senilai 25,7 Milyar. Kami meminta Bobby Nasution harus berani membuka kepublik siapa oknum Dinas yang diduga bermasalah dimulai dari proses Perencanaan, Penganggaran Hingga Pelaksanaan. Bobby harus tegas Menindak Kontraktor yang bermasalah dan Oknum Dinas yang diduga terlibat bahkan merekomendasikannya agar di proses sesuai Hukum Yang Berlaku.

Dari beberapa uraian dan poin yang ada bisa kami  menilai Bobby Nasution dan Aulia Rahman yang sudah mau habis masa kepemimpinannya Gagal Membenahi Kota Medan dan tidak layak dipilih dan maju kembali. dibawah Kepemimpinan Mereka lebih banyak pencitraan di MEDSOS dan lapangan padahal sebaliknya Pemko Medan dibawah kepemimpinannya tidak mampu membenahi kota Medan dan menepati JANJI KAMPANYE. Bobby Nasution pada waktu mencalonkan dirinya sebagai Wali Kota Medan, seperti mengatasi banjir dan lainnya jika Korupsi masih merajai, apalagi Oknum kepala SKPD yang sudah jelas pernah mengakui dirinya bersalah pada waktu mantan Wali Kota sebelumnya terjerat kasus korupsi masih di pakai dan aktif hingga saat ini.

Maka dari itu kami yang mengatas namakan Masyarakat Anti Korupsi (KAMAK) yang tergabung dari dua lembaga AMDHI dan AMPUH akan terus turun kejalan mengingatkan kepemimpinan Bobby dan Aulia yang buruk, dan Meminta kepada masyarakat Kota Medan untuk tidak mudah Puas dengan kinerja Buruk Bobby Nasution selaku Walikota Medan. Red

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama