ADA APA DENGAN PELANTIKAN DIRUT PDAM TIRTA SARI BINJAI ?

 


Binjai 

ADA APA DENGAN PELANTIKAN DIRUT PDAM TIRTA SARI BINJAI ?


Di tengah pro kontra proses seleksi Calon Direksi PDAM kota Binjai yang mendapat sorotan dari publik terkait beredarnya dugaan terjadinya gratifikasi dan aroma transaksional, tiba-tiba Walikota Binjai mengambil kebijakan melakukan pelantikan Dirut yang terkesan “dipaksakan”. Kenapa dipaksakan? karena tidak ada pengumuman melalui website maupun media sosial pemko Binjai secara resmi, tiba-tiba beredar informasi pelantikan dirut dilaksanakan pada hari ini ( Rabu, tanggal 7 Februari 2024) jam 12.30 wib di aula Pemko Binjai. Ini aneh terasa janggal dimana tanggal surat sama dengan tanggal pelantikan. Biasanya ada jarak waktu antara surat dengan acara pelantikan. sekurangnya satu hari sebelum pelantikan surat sudah disampaikan.  Beriringan tak lama setelah acara pelantikan tersebut puluhan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Binjai (APMB) menggelar unjuk rasa di depan kantor walikota Binjai menuntut transfaransi, keterbukaan dalam proses seleksi calon dirut pdam Tirta Sari, publik menilai proses seleksi diduga cacat hukum dan meminta kepada walikota untuk tidak meng SK kan initial A sebagai Dirut sebab diduga cacat hukum. 

Dengan kenyataan ini peluang bagi kedua calon jika merasa dirugikan atau diperlakukan secara tidak adil  dapat menggugat keputusan walikota yang diduga cacat materil tsb. Konsumen PDAM pun bisa melaporkan hal ini ke ombudsmen yang tujuannya untuk memeriksa dan memastikan apakah proses seleksi berjalan sesuai aturan atau ketentuan yang ada. Kasus ini menimbulkan kekecewaan publik terutama para pelanggan PDAM yang sangat berharap proses seleksi kali ini bisa menghasilkan dirut yang memiliki komitmen untuk melakukan perubahan. Sosok leader yang bisa memperbaiki pelayanan air bersih secara kontiniu. Dengan SK walikota yang menetapkan Plt yang selama 6 bulan lebih dinilai tak mampu berbuat apa-apa, nampak ada kekecewaan dan ketidakpuasan. Ada nada pesimis pelanggan terhadap putusan walikota yang dinilai kurang cermat sebelum mengambil kepitusan mestinya check and recheck serta jika perlu memanggil kembali ketiga calon untuk mengetahui lebih dalam tentang track record, integritas dan profesionalitas ketiganya. 

Disamping itu awak media sempat mengkonfirmasi kepada salah satu peserta yang sudah melayangkan surat keberatan atas pengumuman timsel. Namun faktanya walikota terkesan tidak mempedulikannya dengan tetap melantik initial A sebagai dirut. Ada apa sebenarnya ???

Kenapa terkesan pelantikan dirut PDAM Tirtasari yang sejak awal terindikasi syarat dengan transaksional ini cebderung “dipaksakan?” Hanya Allah SWT, Walikota dan Timsel yang bisa menjawabnya.       


Justeru itu lah saya selaku Pelanggan Air dari BUMD TIRTASARI BINJAI ini memilki hak memberikan kritik dan pernyataan sikap terhadap situasi tersebut diatas.


H. Syahrir Nasution . SE. MM. Yang juga ianya sebagai Ketua Dewan PAKAR MPD KAHMI Kota Binjai  terpanggil dalam menyahuti kondisi gonjang ganjing ini.


 “Keputusan yang didasari oleh trabsaksional decision meerupakan suatu pelanggaran ettima dan peradaban manusia yang sudah berragama. Artinnya seeorang pimpinan dalam mengambil keputuusan (Decision Making) harus berdasarkan objekttivitas,trabsparansi, integritas dan. trackrecord.


Transaksional decision merupakan pervuatabn penghinaN akal sehat manusia serta pervuatan orang yang tak berpendidikan.



Perlu dikaji kedepan seorang Pimpinan termasuk Gubernur , Bupati dan Walikota apakah “ layak untuk memimpin kembali rakyatnya atau ttidak diperkukan?, Karena PEMIMPIN YANG MEMILIKI WATAK DECISION TRANSAKSIONAL perlu kiranya ganti Profesi saja sebagai “ CALO ATAU MEMBUKA KANTOR KONSULTAN PERCALOAN”.


Sebab TIMSEL Recruitment Calon  DIREKTUR PDAM TIRTASARI BINJAI , hanya sebagai “ LIPSTICK “ nya Walikota sebagai Kuasa Pemilik Modal ( KPM ). Artinya agar nampak ke Publik ianya membuat Sesuai aturan yang berlaku . Sedangkan Para Customer Air sudah faham tentang “ Permainan / DRAKOR “ tersebut.  Gerakan Rakyat Untuk Perubahan “di Binjai. Ini moment yang tepat dengan adanya indikasi TIRTASARI GATE”.red


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama