![]() |
Medan – Puluhan massa dari Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Sumut menggelar aksi unjuk rasa di Polda Sumut, Jalan SM. Raja dan Kantor Polresta Deli Serdang Medan, Jumat (01/03/2024). Mereka meminta Kapolda Sumut memanggil dan meminta pertanggung jawaban Kapolres Deli Serdang mengapa di Wilayah Deli Serdang kian marak perjudian seperti yang di sampaikan Ketua Dema di Jalan Bakaran Batu Kabupaten Deli Serdang.
Masa juga meminta Kapolda Sumut yang baru untuk menangkap Kamat dan Asun, yang diduga kuat menjadi bandar dan orang yang membuka arena perjudian tersebut.
Dalam orasinya, Mahdayan Tanjung meminta kepada Kapolda Sumut untuk menutup praktik perjudian yang bebas beroperasi di Jalan Bakaran Batu Pasalnya, aktivitas tersebut dapat merusak generasi bangsa, dan pada waktu aksi unjuk rasa di Polres Deli Serdang yang di sambut Kabag OPS Polres Deli Serdang Kompol Johannes Napitupulu menyebut akan segera menindaklanjuti.
Oleh karena itu, kami minta Kapolda Sumut untuk segera menutup segala bentuk perjudian di jalan Bakaran Batu Pakam Kabupaten Deli Serdang. Kemudian, tangkap Kamat dan Asun yang diduga kuat menjadi bandar judi di lokasi itu. Dan meminta agar Kapolda Sumut dan Polres Deli Serdang rutin melakukan patroli di sekitar lokasi guna mengantisipasi di bukanya perjudian itu,” ucapnya. di lain sisi Wartawan Mencoba Menkonfirmasi Wakapolda Sumut Brigjen Pol. Rony Samtana, SIK., MTCP di Nomor WhatsApp 0813 110* **** tapi hingga saat ini beliau tidak memberikan tanggapan sama sekali, lalu wartawan juga meminta konfirmasi kepada Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi di Nomor WhatsApp 0813 818* **** tidak juga memberikan tanggapan hingga berita ini terbit.
Sebut Mahdayan, sebagai Agent Ofcange dan Semangat Pembawa Perubahan sangat prihatin dengan dibukanya lokasi judi di Jalan Bakaran Batu Deli Serdang itu. Sebab, kegiatan tersebut bisa merusak moral masyarakat, khususnya para generasi muda. Selama ini masyarakat sudah nyaman dengan ditutupnya lokasi perjudian itu. Tapi, entah kenapa kembali beroperasi. Masyarakat jadi bertanya-tanya siapa deking mereka?
Sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, kami meminta Kapolda Sumut tidak memberi ruang bagi bandar judi yang dapat merusak tatanan kenyamanan dan keamanan di masyarakat,” Mahdayan Tanjung.
Mari kita berikan edukasi yang baik kepada generasi bangsa. Bisa kita bayangkan bila Kamat dan Asun ini tidak ditangkap, tentu perjudian di lokasi itu akan semakin marak. Jika itu terjadi, generasi muda yang menjadi korban. Untuk itu, kami bersama Polda Sumut siap menyelamatkan para generasi muda ini dan turun langsung untuk menutup perjudian tersebut,” pungkasnya.
Lalu masa aksi membubarkan diri dengan tertib dengan penuh harapan Kapolda Sumut dan jajaran mampu memberikan Kepastian Hukum kepada Bandar judi dan kamis depan kami akan turun kembali dan langsung menutup sendiri perjudian itu dengan mengerahkan Pasukan atau kader kami yang lebih Banyak.red

Posting Komentar