HIDUP DI ERA ABU NAWAS

 


Oleh : H Syahrir Nasution SE MM

Katakutan sudah menenggelamkan Kejujuran dan kebenaran sehingga kebohongan merajalela. Ketika keberanian untuk mengatakan yang benar hilang dan  lenyap dari dalam diri manusia bahkan sirna bagaikan di hembuskan Angin Topan, yang timbul adalah kebohongan yang menenggelamkan kejujuran dengan jalan “ MELENGGANG KANGKUNG sebagai “ SIGNAL “ sesuatu  kebenaran bahkan saat ini ada istilahnya kebenaran baru yang dapat menyesatkan akal ikiran manusia. Disamping juga dapat merusak Akal Sehat seseorang.


Kepercayaan diri (Self Confidence) sebagai HAK PRIBADI yang MANDIRI untuk Commit terhadap KEBENARAN (Truht ) di dasari oleh : KEJUJURAN (Honesty), telah diruntuhkan serta dirobohkan kekhawatiran label status yang sesungguhnya sangat subjektif dan semu. Konspirasi KEBOHONGAN  Abu Nawas mendapat “ LEGITIMASI” oleh Radja yang berkuasa pada waktu itu, namun saat ini KEBOHONGAN versi Abu Nawas itu  mendapat Justifikasi dari  sang Para Ahli Ahli dan Orang Orang yang “ Mengaku Pintar” dibidangnya dari berbagai Disiplin Ilmu. Seolah olah mereka “ TERHIPNOTIS “ oleh ROH BANGKAINYA” Abu Nawas tadi, atau juga Tersihir oleh Tiupan Angin Topan Gemerincingnya fulus. Sehingga kelicikan dan kecerdikan konspirasi kebohongan  Opini publik Abunawas itu  telah  “ Mengubur “  Kebenaran dan Kejujuran tersebut (TRUTH & HONESTY). Akhirnya , KECERDASAN tanpa KEJUJURAN dan KEBERANIAN untuk mengatakan KEBENARAN sesungguhnya (TELL THE TRUHT), takluk dipangkuan  orang orang yang  tidak berakal sehat atas kecerdikan  yang diakoninya dengan penuh keberanian  dan kepercayaan diri  walaupun  itu adalah : KEBOHONGAN  yang BESAR dan NYATA. Kasus Legitimasi Kebohongan versi  Abu Nawas ini, “ Mungkin “ sudah terjadi bahkan sudah  Menjadi “ KEBENARAN BARU “ disekitar kita , dengan gaya ataupun Aneka Versinya.  Justeru itu timbul suatu pertanyaan besar dalam benak  hati kita masing masing , apakah ini yang dikatakan oleh orang orang BIJAK DAN PINTAR yang memilki tingkat KETAQWAANNYA tinggi kepada Allah SWT dengan mengatakan bahwa : KEBOHONGAN yang di LEGALKAN oleh “ SANG PENGUASA?.” , walaupun kita tahu  sebagai ummat beragama berbohong itu sangat sangat dilarang dalam ajaran Agama.

Oleh sebab, KEBOHONGAN itu bermula dari  prilaku yang MUNAFIK dan BERKHIANAT terhadap orang lain, bahkan KEBOHONGAN  akan Melahirkan KEBOHONGAN KEBOHONGAN BARU lagi, ibarat seseorang yang terbiasa “ BERBOHONG” dalam kehidupannya  terasa “ TIDAK LENGKAP HIDUPNYA” seharipun tanpa BERBOHONG. Bagaimana kondisi kita hari ini , kemarin dan Esok lusa?, hanya kita sendirilah yang dapat merubah sikap (Attitude) kita tersebut . Tampaknya kita sudah hidup dalam ERA ABU NAWAS, tidakkah begitu?. Wallahu A’ llam bisawab.***

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama