Oleh : H Syahrir Nasution
Hikayat Riwayat Abu Daud, menyebutkan hal tersebut dalam risalah ajaran Agama Islam.
Justeru jika ada yang mengaku dirinya ummat Islam tapi prilakunya enggan, ewuh pakewuh dan tak berani mengatakan kebenaran yang sebenarnya, Perlu dipertanyakan keislamannya sejauh mana pendalaman dan pemahamannya tentang implementasi Ke Islamannya didalam Kehidupannya di tengah tengah Masyarakat.?.
Belum lagi mengatakan, Mengkoreksi Penguasa yang Zhalim terhadap Rakyatnya , disatu sisi “ berbuih mulutnya” Menceramahi Jemaahnya dalam Tausyiah Tausyiah di Berbagai event event Keagamaan , namun pada realitanya serta Prilakunya Masyarakat dengan kasat mata ambivalen/ mendua dengan jalan berkelit dan besilat Ludah dengan segala macam ayat -!Ayat berhamburan keluar dari mulutnya. Padahal Masyarakat yang terdidik sudah tahu sebenarnya apa yang sedang dilakoninya kalau boleh dikatakan “ DIRINYA MENJADI SAFETY PLAYER” atau Pasang Badan demi untuk Memproteksi Penguasa yang Zhalim tersebut. Hal inilah yang disebutkan MOCHTAR LUBIS : dalam Bukunya yang Best Sellers Manusia Indonesian : HIPOKRIT , dengan bahasa lembutnya munafikun.
Hal inilah yang sedang berlangsung dan bahkan semakin Menggelembung kondisinya hari ini.
Jika begini realitas yang terjadi dan tidak merubah mindset ummat Kita terkhusus bagi para Tokoh Tokoh Islam dan juga yang Merasa TOKOH , padahal Penokoh yakinlah kita pasti tercabik cabik di buaian orang orang yang selalu terus menerus merusak kehidupan Berbangsa & Bernegara dalam Bingkai NKRI.
Inilah karena banyak nya pejabat kita bermental maling korupsi sombong angkuh tidak punya rasa malu menjadi koruptor , dan aneh nya para pejabat mental koruptor dipuja puja dan disanjung sanjung oleh para rakyat yg punya mental penjilat dan munafik. Biasa para pejabat mental maling ini muncul 5 tahun sekali melalui pilpres , Pilgub dan pilkada dengan tanah ramah tamah para panglima talam nya..... setelah mereka duduk mereka lupakan rakyat , Mereka rampok uang rakyat dengan kesombongan nya dan keangkuhan nya.... negara penuh maling.....
Dalam Al Qura’nnulkarimpun ada ayat yang menyatakan tentang KEBENARAN ini, sampai sampai ayat tersebut mengatakan : KATAKAN YANG BENAR itu sekalipun “ PAHIT TERASA”. Hal itu membuktikan bahwa dalam Agama Islam mengatakan KEBENARAN itu merupakan kalau boleh dinyatakan sebagai “ Kewajiban”, sehingga bisa disebut JIHAD UTAMA untuk mengatakan KEBENARAN terhadap PENGUASA YANG ZHALIM tadi. Apalagi sudah sampai merusak sendi sendi kehidupan berbangsa dan Bernegara .
Anehnya kita lihat bersama , para Cendikia maupun Para Ahli dibidang Hukum apakah Hukum dibidang Agama yang mana mereka mereka ini , justeru ikut “ MENJUSTIFIKASI “ serta ikut MENGHANYUTKAN dirinya dalam perbuatan perbuatan yang jelas jelas Zhalim tersebut , tidak terbuka mulutnya untuk menghentikannya dengan mengatakan Kenenaran tadi (TELL THE TRUTH) itu. Sebaliknya mengatakan Perbuatan Zhalim Penguasa itu seakan - akan menjadi PEMBENARAN demi menharapkan hasil dari Perbuatan PENJILATANNYA terhadap Penguasa Zhalim itu.
* Managing Director : POLITICAL & ECONOMIC CONSULTING INSTITUTE - Indonesia.

Posting Komentar