Medan - Pemerintah bersama dengan para stakeholder haru bersama-sama Dalam memerangi Stunting Dengan Kolaborasi Makanan Tambahan dan Kader Posyandu dalam Pemantauan Pertumbuhan Balita Di Kecamatan Medan Sunggal.
dr. Halinda Sari Lubis, MKKK mengatakan, Stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, angka stunting di Indonesia pada tahun 2023 tercatat sebesar 21,5%. Stunting disebabkan oleh berbagai faktor yang saling berhubungan diantaranya adalah kekurangan nutrisi, infeksi dan penyakit, kondisi kesehatan ibu, keterbatasan akses ke pelayanan kesehatan, faktor sosial dan ekonomi, pola asuh yang kurang baik terutama pada perilaku dan praktik pemberian makan kepada anak, kurangnya pengetahuan ibu, dan lain-lain.
Kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan pada tanggal 29 Juli 2024 di salah satu posyandu puskesmas pembantu Balam Jl. Setia Budi, Gg. Ampera, Kec. Medan Sunggal ini diketuai oleh dr. Halinda Sari Lubis, MKKK dengan anggota tim dr. Devi Nuraini Santi, MKes dan Sarah Patumona Manalu, SKM, MSc dihadiri, serta 3 orang mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara dihadiri oleh peserta kegiatan yang meliputi para Ibu dan balita, kader posyandu, juru imunisasi dan kepala puskesmas pembantu Balam dr Gendis Dessy Maoulidya, MKM.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat setempat tentang permasalahan stunting, penyebab stunting, serta pencegahan dan penanggulannya. Selain itu, kegiatan tersebut juga berfokus pada peningkatan pemberdayaan kader posyandu dalam pemantauan kasus stunting. Kader posyandu berperan aktif dalam proses pemantauan pertumbuhan balita yang dapat diketahui dari Kartu Menuju Sehat (KMS) melalui setiap pertemuan rutin yang telah dijadwalkan. Rel
Posting Komentar