PKM UMA : Menulis Sebagai Wacana Pengembangan Personil Diri dan Branding Berbasis Digital Di Yayasan Pendidikan Shafiatul Amaliyah Medan

Program Kemitraan  Masyarakat (PKM) Universitas Medan Area (UMA) bekerjasama dengan Yayasan Shafiatul Amaliyah menggelar kegiatan Menulis Sebagai Wacana Pengembangan Personil Diri dan Branding Berbasis Digital, Bertempat di Jl. Setia Budi No. 191 Medan, Sabtu (27/7).


Medan -Program Kemitraan  Masyarakat (PKM) Universitas Medan Area (UMA) bekerjasama dengan Yayasan Shafiatul Amaliyah menggelar kegiatan Menulis Sebagai Wacana Pengembangan Personil Diri dan Branding Berbasis Digital, Bertempat di Jl. Setia Budi No. 191 Medan, Sabtu (27/7).


Program Kemitraan  Masyarakat (PKM) UMA adalah bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus diselenggarakan  oleh setiap Dosen/Staff Pengajar pada tingkat Perguruan Tinggi, dilaksanakan PKM terhadap Guru-guru SMA Yayasan Pendidikan Shafiyatul Ammaliyah Medan dengan nara sumber  Assoc Prof.  Dr. Hj. Nur Aisyah, SE,MM  dan Riza Fanny Meutia, SE,MM,.



Dalam acara tersebut mengangkat solusi untuk mitra Menulis Sebagai Wacana Pengembangan Personal Diri Dan Branding Berbasis Digital Di Yayasan Pendidikan Shafiyatul Ammaliyah  Medan. Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu Kepala Sekolah Dra. Dahliana, MPd, sejumlah mahasiswa UMA diantaranya Tria Febriana Evelyn Gultom, Pelinsensia Sihombing, Ira Yolanda, sejumlah guru SMA Shafiatul Amaliyah Medan.



Pada kesempatan ini Ibu Assoc Prof.  Dr. Hj. Nur Aisyah, SE,MM, yang merupakan Kepala Pusat Kajian Magister Manajemen Pascasarjana Universitas Medan Area (UMA) yang ber alamat Kampus UMA : Jl. Setia Budi No. 79 Medan, memberikan contoh dan praktek bagaimana mengembangkan potensi diri dalam menulis buku, sebagai kewajiban setiap guru untuk membuktikan apa yang diajarkan pada mata pelajaran setiap harinya dapat dijadikan buku. Dan Ibu Riza Fanny Meutia, SE,MM,  selaku Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMA memberikan pola bagaimana Artificial Intelligence (AI) sebagai alat bantu dalam memproses penulisan tersebut.


Kegiatan ini disambut baik dan antusias oleh guru-guru, sehingga banyak yang berkeinginan menulis dan memberikan sumbangsih untuk menambah khasanah pengetahuan yang ditulis dalam buku. Sehingga nantinya setiap personal dapat mengaktualisasikan diri untuk mengukir sejarah dengan adanya menulis buku.Rel


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama