Kebohongan Pembuka Pintu Kejahatan

 


Oleh : H Syahrir Nasution


Nabi Muhammad Saw pernah berpesan kepada seorang Pemuda” LA TAKDZIB “ (artinya : Jangan Berdusta atau Berbohong ). Oleh karena jika Pintu Kejahatan ini sudah dibuka, maka akan disusul  dengan kejahatan kejahatan  laiinnya. Satu KEBOHONGAN YANG TERPELIHARA akan melahirkan KEBOHONGAN BARU , begitu kata Pepatah .

Dahulu pernah kita dipertontonkan dengan Kebohongan Publik yang luar biasa yang terjadi di Dunia Arab, khususnya di TUNISIA DAN MESIR. Kedua Rezim ini yang sedang berkuasa saat itu di Negara tersebut telah mempertontonkan Kebohongan Tahun demi Tahun , bahkan pula hingga Puluhan Tahun.


Kedua Penguasa di Negeri tersebut selama ini melakukan “ Kepalsuan Demokrasi “. Seolah olah ada Pemilu , dan seola seolah mendapat kan dukungan Rakyatnya. Kedua Penguasa tersebut baik Presiden BEN ALI di Tunisia  maupun Presiden  HOUSNI MUBARAK di Mesir ingin MELANGGENGKAN KEKUASANNYA dengan  “ Memelihara Kebohongan “ terus menerus.


Setiap ada Pemilu , sang INCUMBENT selalu memenangi Pemilu itu dengan mendapat dukungan Rakyat diatas : 90% , sebuah angka yang cukup FANTASTIK . Namun jangan lupa di Mesir Partisipasi Masyarakat nya yang ikut PEMILU hanya sekitar : 15 %. Justeru saat itusuara Rakyat nya membuktikan sebaliknya , di kedua Rakyat Negara tersebut ingin Penguasa mereka segera Lengser / turun , karena sudak muak dan tidak tahan lagi “ Dibohongi “ Penguasanya terus menerus.


Sepertinya keadaan seperti ini sudah “ menular alias Terjangkit di Negeri Indonesia , negeri yang disebut “ Gemah Ripah Loh Jinawi, yang tanahnya subur dan makmur ini walaupun Rakyatnya belum Makmur Makmur juga, justeru KEBOHONGAN terus di Pelihara.


Sudah menjadi rahasia umum, bahwa Indonesia sampai saat ini adalah Negeri” Surganya Para Koruptor”, sehingga setiap hari halaman Media Cetak , Media Sosial  Media Televisi dipadati dengan berita kasus kasus Korupsi. Itu baru yang terungkap oleh Media ,belum lagi kasus kasus yang “ Menguap “ begitu saja.


Banyak hal yang membuat kita Prihatin, sementara penyakit kronis yaitu korupsi dan penyalah gunaan jabatan malah tidak pernah surut bahkan muncul pula suatu fenomena baru dimana Rezim zholim yang  diujung ujung kekuasaan nya memlahirkan  suatu  penyakit yang bernama Dinasti Kekuasaan. Inilah Potret Republik kita saat ini yang sarat dengan kasus kasus korupsi , Mafia Hukum serta Kolusi dan Dinasti kekuasaan yang dibalut dengan “ BAJU KEBOHONGAN “.


Inilah Republik yang penuh dengan KEBOHONGAN alias Republik Bohong”. Artinya  , Republik yang dikuasai oleh para Pejabat  Elit Politik yang mahir bermain dengan kata kata DUSTA , PALSU DAN penuh Lips Stick . Politik digunakan alat untuk mensejahterakan keluarganya , Konco Koconya / Kerabatnya ataupun juga Kelompoknya, bukan untuk membangun kemakmuran rakyat dalam arti seluas luasnya. Tradisi BERBOHONG ini  terutama yang dilakukan Rezim Zholim sebelumnya dan Elit elit Politik dinegeri ini harus “ DIENYAHKAN DAN DIHAPUSKAN oleh : Pemerintahan yang baru saja dilantik dengan mempunyai kommitment nya membangun bersama Rakyat dengan BANGSA INI HARUS ANTI KEBOHONGAN yang dipesankan oleh Rasulullah Muhammad sebagai panutan kita .



* By H. SYAHRIR  NASUTION . Glr Sutan Kumala Bulan.  Managing Director : PECI INDONESIA ( Political  & Economic Consulting Institute ) Indonesia.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama