Medan - Para penjabat Kdh termasuk parra APH kerap Cawe-cawe memihak kepada salah satu calon dalam pilkada saat ini. bukan saja dianggap makar berat dan kuno serta gagal move on. Prabowo Subianto dalam pidato perdananya sangat tegas tentang integritas demokrasi dan pemilihan yang tidak mungkin terwujud jika kecurangan masih mendominasi, tegas Pemerhati Sosial Politik UMSU Shohibul Anshor Siregar kepada Wartawan di Medan, Kamis (24/10).
Menurutnya, Sekaitan dengan itu dianggap sangat penting dan sangat mendesak Presiden Prabowo Subianto memberi instruksi yang tegas, paling tidak kepada Menteri Dalam Negeri, Kapolri, Jaksa Agung, KPK, agar benar-benar mengawasi potensi sekecil apa pun yang bisa terjadi merusak integritas demokrasi dan bertindak tegas jika terjadi kecurangan, tegasnya.
Partisipasi politik rakyat tidak akan optimal jika mereka merasa pilkada tidak jurdil dan tidak berintegritas.
Siapa-siapa yang harus diawasi? Semua, tanpa kecuali. Penyelenggara (KPU dan Bawaslu dan jajarannya), tak terkecuali gakkumdu, parpol, paslon, bahkan anggota masyarakat. Selama ini masyarakat merasa tahu banyak namun tak berdaya menghalangi karena tahu risiko dibalik sikap perlawanan terhadap praktik penyimpangan selalu terkait dengan tangan-tangan rezim.
Indonesia sangat perlu menunjukkan kepada dunia bahwa dirinya mampu berdemokrasi dan naik kelas dalam menjalankan demokratisasi ini, tegas Dosen Fisipol UMSU itu.red

Posting Komentar