Oleh : Marwan Ashari Harahap
Direktur Eksekutif Yayasan Hayati Indonesia.
Diangkat Dari Seminar Sehari Rehabilitasi Manggrove Di Sumatera Utara Diselenggarakan Pimpinan Wilayah Matlahul Anwar Provinsi Sumatera Utara, pada tanggal, 11 Desember 2024 di Hotel Madani Medan.
Restorasi adalah Proses untuk mengembalikan atau memperbaiki suatu objek ke bentuk atau kondisi aslinya.
Mangrove adalah pohon tropis yang tumbuh subur dalam kondisi yang tidak dapat ditoleransi sebagian besar kayunya bersifat asin, perairannya yang pesisir, dan pasang surut yang tak ada habisnya. Berkat kemampuannya menyimpan karbon dalam jumlah besar, mangrove adalah benteng utama dalam mnghalau perubahan iklim, tetapi kondisinya terancam diseluruh dunia. Dengan melindungi mangrove, kita dapat membantu melindungi masa depan dan kelestarian alam semesta.
Jadi Restorasi mangrove bertujuan untuk mengembalikan kondisi mangrove yang rusak atau kritis ke kondisi alaminya yang seimbang.
Sebagaimana disampaikan, DR. H. Indra Utama, M.Si, Pakar lingkungan hidup, yang menjadi salah satu Narasumber dalam seminar tersebut, mengatakan bahwa, Indonesia memiliki Ekosistem Mangrove terluas di dunia serta memiliki keamekaragaman hayati yang paling tinggi. Dengan panjang garis pantai sebesar 95. 181 km2 Indonesia mempunyai luas Manggrove sebesar 3. 489. 140, 68 Ha pada tahun 2015 ini setara dengan 23 % dari total ekosistem manggrove di dunia, yaitu dari total luas 16. 530.000 Ha, dari luas manggrove di Indonesia.
Namun kondisinya sampai saat ini mengalami degradasi dan kerusakan, seluas 1.817.999.93 Ha. Sementara kondisi yang baik hanya seluas, 1.671.140, 75 Ha. (KLHK, 14/03/2017).
Pulau Papua, kalimantan dan pulau Sumatera menjadi penyumbang terbesar luas hutan mangrove di Indonesia. Indonesia memiliki jenis 202 manggrove.
Sedangkan potensi Mangrove begitu sangat besar, vegetasinya mampu menyumbang Oksigen (O2) dan Penyerap Karbon Dioksida (CO2), dan kontribusinya bagi perikanan untuk perekonomian nasional sebesar USD 1,5 Milyar.
Meskipun luasnya hanya sekitar 2 % dari total luas hutan di indonesia, mangrove berperan penting dalam menyimpan Karbon.
Namun keberadaan mangrove di Indonesia saat ini sudah banyak mengalami kerusakan akibat alih fungsi lahan Untuk tambak, Pembangunan Infrastruktur, Pemukiman, Industri dan peternakan, abrasi, kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang ekosistem mangrove, kurangnya perhatian terhadap daya dukung lingkungan pantai, kenaikan permukaan laut, dan badai dipicu karena perubahan iklim.
Sementara hutan mangrove memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, diantaranya : menahan arus yang dapat mengikis wilayah pesisir, Menyerap Karbon dioksida dan menghasilkaakan oksigen, tempat bersembunyi dan mencari makan serta berkembang biak biota laut, seperti ikan, udang kepiting, ikan glodok, burung, monyet dan lain sebagainya.
Dan bahkan bisa memperluas daratan karena Hutan mangrove dapat menahan sekaligus mengendapkan lumpur yang terbawa arus dan menempel dan diikat akar manggrove sehingga lambat laun terakumulasimenjadi daratan.
Dalam rangka pemulihan Ekosistem Pesisir serta Produktifitas masyarakat dalam hal ini adalah masyarakat pesisir yang sebagian besar mata pencahariannya adalah nelayan, maka uapaya Restorasi Manggrove adalah hal yang sangat urgen dan mendesak dilakukan untuk peningkatan ekonomi para nelayan dan juga tentunya perlindungan bagi lingkungan hidup.
Restorai manggrove adalah proses memulihkan ekosistem manggrove yang telah rusak. Proses ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi ekologis dan ekonomis mangrove serta meningkatkan biodiversitas (Keanekaragamanrestorasi mangrove padat karya Nasional Hayati) di Kawasan Pesisir.
Maka salah satu upaya pemerintah RI menetapkan target merehabilitasi 600,000 Ha manggrove pada tahun 2024 dan memasukkan Restorasi Manggrove Padat Karya Nasional pada seluruh provinsi di Indoensai, harus didukung semua pihak dan steke Holder agar Produktifitas Perikanan dan mendukung Ketahanan Pangan Masyarakat Pesisir dapat ditingkatkan serta dapat menjadi Destinasi Wisata yang menarik, dengan keindahan alam dan keaneka ragaman hayati, kawasan mangrove yang sehat dan Asri dapat meninhgkatkan ekonomi lokal melalui kegiatan ekowisata.
Restorasi mangrove tidak hanya bermanfaat secara ekonomi, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan (Environment Sustainable))
Manggrove melindungi masyarakat dari dampak perubahan iklim dan menghasilkan pendapatan melalui ekowisata dan produk- produknya, seperti kepiting bakau, sirup mangove, dan kerupuk/
Karbon yang tersimpan pada mangrove juga dapat diperdagangkan dan manfaatnya perlu dipastikan agar menjangkau masyarakat pesisir untuk menghasilkan insentif bagi pengelolaan mangrove yang berkelanjutan.
Sekian dan Terima Kasih
Wallahu A”lam Bisshowab..

Posting Komentar