MEDAN- Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik, menilai ketidakhadiran Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dalam pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sumatera Utara sebagai bentuk sikap yang meremehkan partai politik pengusung pemerintahan daerah.
Menurut Azhari Sinik, absennya Bobby tidak dapat dipandang sebagai persoalan teknis semata, melainkan menunjukkan rendahnya penghormatan terhadap forum resmi dan strategis partai politik. Ia menegaskan Musda merupakan agenda penting Golkar sebagai partai besar yang memiliki struktur, kader, dan mekanisme demokrasi internal yang harus dihormati.
“Musda itu forum resmi dan strategis partai. Ketika kepala daerah yang juga berstatus pembina partai tidak hadir, apalagi dengan alasan yang sebenarnya bisa diatur, itu mencerminkan sikap meremehkan partai,” ujar Azhari Sinik di Medan, Kamis (5/2/2026).
Azhari menilai alasan agenda nasional yang disampaikan sebagai penyebab ketidakhadiran Bobby tidak sepenuhnya dapat dibenarkan. Menurutnya, agenda seperti rapat koordinasi nasional bersifat protokoler dan lazimnya masih memungkinkan pengaturan waktu. Ia menyebut banyak kepala daerah lain tetap bisa menghadiri agenda partai sebelum melanjutkan tugas pemerintahan.
“Banyak kepala daerah lain hadir di Musda partainya masing-masing, lalu berangkat ke agenda nasional pada sore atau malam hari. Itu soal kemauan dan penghormatan terhadap partai,” katanya.
Lebih lanjut, Azhari menilai sikap tersebut memperkuat kesan bahwa Bobby kerap menempatkan partai politik sekadar sebagai pelengkap kekuasaan. Padahal, kata dia, Partai Golkar bukan partai kecil dan memiliki sejarah panjang dalam politik nasional.
“Golkar ini partai besar dan matang. Bukan partai yang bisa diperlakukan seolah-olah tidak penting. Kalau relasi politik dibangun tanpa etika dan adab, tentu akan ada konsekuensi politik,” ujarnya.
Azhari juga mengingatkan bahwa sikap meremehkan partai Golkar dapat berdampak pada hubungan politik ke depan, terutama menjelang Pemilu 2029. Ia menyebut Golkar memiliki banyak kader potensial dan tidak bergantung pada figur di luar struktur partai.
“Golkar punya kader sendiri. Jika sejak awal sudah menunjukkan sikap tidak menghargai partai Golkar, tentu itu akan menjadi bahan evaluasi partai Golkar ke depan,” tegasnya.
Sementara itu, panitia Musda XI Partai Golkar Sumatera Utara memberikan klarifikasi terkait ketidakhadiran Gubernur Bobby Nasution. Panitia menyebut telah menerima pemberitahuan pada menit-menit terakhir mengenai adanya agenda lain yang bersamaan.
Meski demikian, panitia menegaskan ketidakhadiran Bobby tidak memengaruhi jalannya Musda maupun soliditas internal Partai Golkar Sumut. Seluruh rangkaian Musda tetap berlangsung sesuai agenda dan berjalan kondusif.
“Kami tetap mendukung penuh pemerintahan Gubernur Bobby Nasution dan Wakil Gubernur H. Surya hingga 2030. Ketidakhadiran beliau tidak mengurangi komitmen dan soliditas Partai Golkar Sumatera Utara,” ujar Zulkhairi Pahlawan mewakili panitia Musda XI Golkar Sumut.
Panitia juga menegaskan Musda XI Golkar Sumut tetap menjadi momentum konsolidasi organisasi dan penguatan struktur partai dalam menentukan arah kepemimpinan dan strategi politik Golkar di Sumatera Utara ke depan.

Posting Komentar