Pendapatan Parkir di Binjai Disorot, Diduga “Bocor” ke Kantong Oknum

 


Binjai — Pengelolaan parkir di Kota Binjai kembali menjadi sorotan publik. Pengamat sosial politik, H. Syahrir Nasution, menyebut bahwa pendapatan parkir yang seharusnya masuk ke kas daerah justru diduga kuat “diparkirkan” ke kantong-kantong oknum.
“Pendapatan parkir di Binjai diparkirkan ke kantong oknum,” tegas Syahrir dalam keterangannya, Kamis (5/2).
Syahrir menilai persoalan parkir bukan hanya terjadi di Binjai, tetapi menjadi fenomena nasional di banyak kota di Indonesia. Ia menyebut kontribusi sektor parkir terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) selama ini sangat minim, meski aktivitas parkir di lapangan sangat masif.
“Bicara perparkiran di kota-kota di seluruh Republik ini dapat dikatakan minim sekali kontribusinya terhadap pendapatan daerah,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena banyaknya pihak yang merasa memiliki peran dalam pengelolaan parkir, mulai dari oknum lapangan hingga aktor-aktor yang diduga bermain di balik sistem.
“Hal ini terjadi oleh sebab banyaknya oknum-oknum yang merasa berperan di dalam pengelolaan parkir tersebut,” tambahnya.
Desakan Audit dan Penertiban
Syahrir mendesak agar Pemerintah Kota Binjai bersama aparat penegak hukum segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem parkir, termasuk audit pendapatan dan penertiban praktik parkir liar.
Ia menegaskan, sektor parkir seharusnya menjadi salah satu sumber PAD strategis jika dikelola secara transparan dan profesional, bukan malah menjadi ladang kebocoran yang merugikan rakyat.
Masyarakat pun berharap adanya tindakan tegas agar pengelolaan parkir tidak terus menjadi ruang gelap yang hanya menguntungkan segelintir pihak.red

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama