Syahrir Nasution: Aktivis Militan Harus Istiqomah, Penjara Itu “Perguruan Tinggi” Pergerakan



Binjai – Ketua Dewan Pakar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Binjai, H. Syahrir Nasution, melontarkan pernyataan tegas dan menggugah terkait makna perjuangan seorang aktivis dalam gerakan Islam.

Menurutnya, seorang kader yang dibentuk sebagai kader militan religius, khususnya dalam tradisi kaderisasi Islam, harus memiliki prinsip utama yakni istiqomah.

“Untuk menjadi seorang aktivis, apalagi aktivis pergerakan, harus siap menderita. Harus tahan ditempa,” tegas Syahrir dalam komentarnya, Kamis (19/2).

Syahrir menekankan bahwa jalan perjuangan tidak selalu mulus. Aktivis sejati, kata dia, bukanlah mereka yang hanya muncul ketika situasi aman, tetapi mereka yang siap menghadapi risiko, tekanan, bahkan pengorbanan besar.

Dalam pernyataan yang cukup keras dan penuh makna, Syahrir bahkan menyebut bahwa penjara merupakan perguruan tinggi bagi aktivis pergerakan.

“Penjara itu perguruan tinggi yang tak bisa dibeli oleh segepok berlian sekalipun,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi sindiran tajam terhadap sebagian pihak yang menurutnya hanya mencari popularitas dalam isu-isu tertentu.

Syahrir juga mengingatkan agar jangan ada pihak yang bersikap seolah-olah menjadi pembela utama hanya demi pencitraan.

“Jangan cari muka, seolah-olah pasang badan membela,” sentilnya.

Sebagai tokoh senior dan Ketua Dewan Pakar KAHMI Binjai, Syahrir menegaskan bahwa perjuangan harus dilandasi ketulusan, bukan kepentingan sesaat atau sekadar tampil di permukaan.

Pernyataan ini sekaligus menjadi pesan moral bagi generasi muda aktivis agar tetap berada di jalur perjuangan yang konsisten, berani, dan tidak mudah tergoda oleh kepentingan pragmatis.red


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama