_(Renungan tentang Waktu, Cinta, dan Kepulangan.)_
Saudaraku
Sore sering datang dengan cara yang sangat lembut. Matahari perlahan turun, langit berubah warna, angin menjadi lebih tenang. Seolah-olah alam semesta sedang berbisik kepada manusia: segala sesuatu di dunia ini memiliki akhir.
Dan di tengah senja yang perlahan meredup itu, sebuah pertanyaan besar muncul dalam hati: Bagaimana jika hari ini adalah hari terakhir kita hidup di dunia?
SENJA YANG MENGAJARKAN KITA TENTANG AKHIR.
Setiap hari matahari tenggelam. Namun esok pagi ia akan terbit kembali. Tetapi manusia tidak selalu memiliki jaminan seperti itu. Ada orang yang pagi hari masih tersenyum bersama keluarganya.
Namun malam hari namanya sudah disebut dalam doa-doa pemakaman.
Inilah rahasia hidup yang sering kita lupakan: hidup sangat rapuh, tetapi kita sering hidup seolah-olah waktu tidak akan pernah habis.
Penulis besar Rusia Leo Tolstoy pernah menulis dalam karya terkenalnya The Death of Ivan Ilyich:
“The most terrible thing is to realize that life has been wasted.” Hal paling mengerikan adalah menyadari bahwa hidup telah disia-siakan.
Betapa banyak manusia yang baru menyadari nilai hidup ketika waktu hampir habis.
PERTANYAAN PALING JUJUR DALAM HIDUP.
Bayangkan sejenak. Jika malam ini adalah malam terakhir kita di dunia… Apa yang akan kita lakukan? Apakah kita masih akan sibuk memperdebatkan hal-hal kecil?.Apakah kita masih akan menyimpan dendam kepada orang lain? Apakah kita masih menunda ibadah yang seharusnya bisa kita lakukan hari ini?Pertanyaan seperti ini bukan untuk menakut-nakuti. Ia adalah cermin yang paling jujur bagi hati manusia.
Psikiater besar Viktor Frankl menulis dalam buku monumentalnya Man's Search for Meaning: “Live as if you were living a second time.”
Hiduplah seolah-olah ini adalah kesempatan kedua untuk hidup. Artinya:
hiduplah dengan kesadaran penuh bahwa waktu sangat berharga.
KEINDAHAN HIDUP YANG SERING TERLUPAKAN.
Jika hari ini benar-benar hari terakhir kita, mungkin kita akan melakukan hal-hal yang sangat sederhana:
kita akan memeluk orang tua lebih lama
kita akan berbicara lebih lembut kepada pasangan
kita akan lebih sabar kepada anak-anak
kita akan lebih banyak berdoa
lebih banyak bersyukur
lebih banyak memaafkan.
Tiba-tiba kita akan menyadari sesuatu yang sangat indah:
bahwa kebahagiaan hidup sebenarnya tidak pernah jauh dari kita. Ia tersembunyi dalam hal-hal sederhana yang sering kita abaikan.
KEKUATAN KESADARAN AKHIR HIDUP.
Dalam psikologi modern ada konsep yang disebut _mortality awareness_—kesadaran bahwa hidup manusia terbatas.
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki kesadaran ini justru: hidup lebih bermakna lebih menghargai hubungan lebih fokus pada nilai-nilai kehidupan.
Kesadaran tentang kematian tidak membuat hidup menjadi gelap. Sebaliknya, ia membuat hidup menjadi lebih terang dan lebih bermakna.
PELAJARAN DARI ORANG-ORANG BESAR.
Banyak tokoh besar dunia memiliki kesadaran yang sangat kuat tentang waktu.
Penulis Amerika Mitch Albom dalam bukunya yang sangat menyentuh Tuesdays with Morrie menulis:
“Once you learn how to die, you learn how to live.”
Ketika seseorang belajar tentang kematian, ia justru belajar bagaimana hidup dengan benar. Orang yang sadar bahwa hidup tidak selamanya akan: lebih menghargai waktu lebih berhati-hati dalam bertindak
lebih tulus dalam mencintai.
Karena ia tahu bahwa setiap pertemuan bisa saja menjadi pertemuan terakhir.
DALAM ISLAM: KEINDAHAN KESIAPAN.
Islam mengajarkan bahwa kematian bukanlah akhir dari segalanya.
Ia adalah perjalanan pulang kepada Allah.
Al-Qur’an mengingatkan manusia dengan kalimat yang sangat kuat: “Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian.”
(QS. Ali Imran: 185)
Namun ayat ini sebenarnya bukan ancaman. Ia adalah undangan untuk hidup dengan kesadaran. Orang yang siap bertemu.Tuhannya akan berusaha hidup dengan: kejujuran, kasih sayang, amal kebaikan.
Karena ia tahu bahwa suatu hari nanti ia akan kembali kepada Sang Pencipta.
KEINDAHAN HIDUP YANG SESUNGGUHNYA
Jika hari ini adalah hari terakhir kita… mungkin kita tidak akan terlalu peduli dengan harta yang belum kita miliki. kita tidak akan terlalu sibuk mengejar pujian manusia. kita tidak akan terlalu khawatir dengan hal-hal yang tidak penting.
Sebaliknya kita akan lebih fokus pada tiga hal yang benar-benar berarti:
_iman, cinta, dan kebaikan_. Karena pada akhirnya itulah yang akan kita bawa pulang.
PENUTUP
HIDUPLAH SEAKAN HARI INI SANGAT BERHARGA.
Tidak ada yang tahu berapa lama lagi kita hidup.
Mungkin masih puluhan tahun.
Mungkin hanya beberapa waktu lagi. Namun ada satu hal yang pasti: hari ini adalah kesempatan yang tidak akan pernah kembali. Karena itu hiduplah dengan cara yang indah: berbuat baiklah selagi bisa
memaafkanlah sebelum terlambat
bersyukurlah sebelum semuanya pergi
dan cintailah kehidupan dengan hati yang penuh iman.
Sebab jika suatu hari nanti kita benar-benar harus pergi,
kita bisa tersenyum tenang dan berkata dalam hati:
_aku telah mencoba hidup sebaik mungkin._
Dan mungkin itulah arti kehidupan yang paling indah.
Walloohu A'lamu Bisshowaab.
_(by-hendymattaro@damanik)_

Posting Komentar