Plafon Masjid DPRD Sumut Bocor, Kornas KAMAK Azmi Hadly Minta Proyek Rehabilitasi Diusut

 


Medan – Kebocoran plafon Masjid Baitussyur di kompleks DPRD Sumatera Utara yang terjadi saat azan baru berkumandang menuai sorotan publik. Pasalnya, masjid tersebut diketahui baru saja direhabilitasi dengan anggaran sekitar Rp1,7 miliar, namun kini sudah kembali mengalami kerusakan.

Menanggapi kejadian tersebut, Koordinator Nasional Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KAMAK), Azmi Hadly, mendesak agar proyek rehabilitasi masjid tersebut segera diusut secara transparan.

Azmi menilai kondisi bangunan yang kembali rusak dalam waktu singkat merupakan hal yang tidak wajar, terlebih proyek tersebut menggunakan anggaran negara dengan nilai yang cukup besar.

“Ini harus menjadi perhatian serius. Bagaimana mungkin bangunan yang baru saja direhabilitasi dengan anggaran miliaran rupiah sudah kembali bocor. Kami meminta agar proyek ini segera diaudit dan diusut secara terbuka,” tegas Azmi Hadly kepada wartawan, Senin (16/3/2026).

Menurutnya, aparat pengawas internal pemerintah maupun lembaga penegak hukum perlu turun tangan untuk memastikan apakah proses pengerjaan proyek rehabilitasi tersebut sudah sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan.

Azmi juga meminta pihak Sekretariat DPRD Sumatera Utara untuk terbuka kepada publik terkait proses perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan proyek rehabilitasi masjid tersebut.

“Jangan sampai proyek yang menggunakan uang rakyat justru menghasilkan pekerjaan yang tidak berkualitas. Jika ada indikasi kelalaian atau penyimpangan, harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Seperti diketahui, kebocoran plafon terjadi di bagian dekat kubah masjid saat jamaah mulai berdatangan untuk melaksanakan salat. Air terlihat menetes dari bagian plafon sehingga membuat jamaah yang sedang berada di dalam masjid merasa tidak nyaman.

Masjid Baitussyur sendiri merupakan fasilitas ibadah yang digunakan oleh pegawai, anggota dewan, serta masyarakat sekitar, terutama saat pelaksanaan salat berjamaah dan salat Jumat.

Hingga saat ini, pihak Sekretariat DPRD Sumut menyatakan akan menindaklanjuti laporan terkait kebocoran yang kembali terjadi pada bangunan masjid tersebut.

Sementara itu, desakan dari berbagai pihak terus menguat agar proyek rehabilitasi masjid dengan anggaran miliaran rupiah tersebut dilakukan evaluasi menyeluruh guna memastikan kualitas pekerjaan serta akuntabilitas penggunaan anggaran.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama