![]() |
Oleh: Jurnalis Warga
BREAKING NEWS!
Panglima perang kita, Jenderal Rismon Sianipar, yang kemarin siap tempur habis-habisan membawa golok kebenaran, hari ini resmi dinyatakan lumpuh total—bukan karena peluru tajam, tapi karena serangan biskuit Khong Guan dari pihak lawan.
Ya, saudara-saudara. Ternyata oh ternyata...
Harga sebuah idealisme dan teriakan "Sampai Mati!" itu nggak semahal yang kita kira. Ternyata cukup dengan satu paket bingkisan lebaran, mental baja itu langsung lumer jadi mental biskuit yang gampang remuk kalau dicelup teh hangat.
Informasi yang kami himpun dari warung kopi terdekat menyebutkan bahwa tokoh yang diduga menjadi "utusan perdamaian" adalah Gibran Rakabuming Raka. Katanya sih, beliau hanya mampir sambil bawa kue Khong Guan
Dan lihat hasilnya!
Rismon yang kemarin sekeras baja, hari ini selembek bubur bayi. Rismon yang kemarin siap bacok, hari ini siap bubar jalan.
---
😂 MENOHOK: BISKUIT ATAU SUAP?
Bang Rismon, serius nih?
Lo rela ninggalin perjuangan, ninggalin ribuan pendukung, ninggalin Tim Advokasi yang udah pasang badan buat lo... cuma karena dikasih biskuit?
Ini bukan biskuit biasa, Bang. Ini Biskuit Khong Guan—si kaleng merah putih yang biasa jadi primadona pas Lebaran. Tapi kali ini, biskuit itu bukan cuma pengganjal perut, tapi pengganjal mulut. Sekali lo gigit, langsung lupa cara teriak. Sekali lo telan, langsung lupa cara ngomong.
Sia-sia Ahmad Khozinudin dkk. pasang badan.
Sia-sia mereka siap di depan, lo malah mingkem di belakang.
Mereka siap jadi tameng, lo malah jadi kaleng—kaleng biskuit yang isinya udah ludes dimakan kepentingan.
Bang Rismon, itu biskuitnya dimakan pelan-pelan ya.
Jangan sampai keselek.
Tapi kayaknya lo udah keselek duluan: keselek janji manis sendiri.
BISKUIT KHONG GUAN LEBIH EFEKTIF DARI PEDANG
Senjata Perang Efektivitas
Golok Rismon tetap tegak
Teriakan Rismon makin lantang
Ancaman Rismon makin garang
Biskuit Khong Guan Rismon langsung lumer dan mingkem
Kesimpulan: Biskuit > Golok.
Jangan heran kalau ke depannya TNI bakal ganti senjata jadi roti kering. Lebih ampuh.
KRITIK KERAS: DARI PEJUANG JADI PENGEMIS PERHATIAN
Saudara Rismon,
Anda bukan lagi pejuang.
Anda sekarang adalah iklan berjalan bahwa idealisme bisa dibeli dengan makanan ringan.
Dulu lo bilang:
"Kita tidak bisa berkompromi dengan kebohongan!"
Sekarang fakta bicara:
"Kita bisa berkompromi asal dikasih biskuit."
Ini bukan lagi soal ijazah palsu.
Ini soal otak lo yang ternyata palsu—palsu semangatnya, palsu pendiriannya.
---
🧠KESIMPULAN: BISKUIT MEMANG ENAK, TAPI REPUTASI LO HANCUR
Selamat, Rismon.
Lo berhasil mencatatkan diri dalam sejarah sebagai:
Satu-satunya pejuang yang tumbang bukan karena peluru, tapi karena kue kering.
Gibran mungkin cuma senyum-senyum sambil bawa biskuit.
Tapi lo... lo udah kasih dia kemenangan murah meriah.
Tanpa darah, tanpa perang, cukup dengan kaleng merah putih.
Jadi, selamat menikmati biskuitnya, Bang Rismon.
Semoga renyah. Semoga manis.
Tapi ingat: setiap gigitan lo hari ini adalah pengkhianatan buat ribuan orang yang pernah percaya sama lo.
Lo bisa bilang: "Ah, ini cuma biskuit."
Tapi kami bilang: "Ini biskuit pengkhianatan."
Dan soal Gibran?
Dia mungkin cuma ketawa kecil sambil ngelus dada:
"Gampang banget ternyata kasih kado rismon langsung lemes ..."

Posting Komentar