IKANAS Diminta Tak Dikaitkan dengan Kepentingan Politik di Madina

 


Madina – Pernyataan tegas disampaikan oleh Syahrir Nasution terkait polemik yang mengaitkan Paguyuban Ikatan Keluarga Nasution (IKANAS) dengan dinamika pemerintahan di Mandailing Natal (Madina).

Syahrir menegaskan bahwa tidak ada relevansi antara keberadaan paguyuban IKANAS dengan kepentingan pemerintahan di Madina. Ia meminta agar organisasi tersebut tidak disalahartikan maupun diseret ke ranah politik praktis.

“Jangan hubungkan Madina dengan Paguyuban DPP IKANAS. Tidak ada relevansinya,” tegas Syahrir dalam keterangannya, Senin (13/4).

Menurutnya, IKANAS lahir semata-mata sebagai wadah silaturahmi sosial kemasyarakatan bagi marga Nasution. Selain itu, organisasi tersebut juga bertujuan menjaga serta membangkitkan kearifan lokal budaya Mandailing.

“IKANAS itu untuk mempererat silaturahmi semarga Nasution dan melestarikan budaya Mandailing, bukan tempat cari muka untuk mencari keuntungan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada oknum yang memanfaatkan organisasi tersebut untuk kepentingan pribadi maupun mendompleng kekuasaan, apalagi dengan mengatasnamakan kedekatan dengan kepala daerah.

Lebih lanjut, Syahrir menyinggung peran individu yang disebut-sebut mendampingi Bupati Madina. Ia mempertanyakan kapasitas dan dasar penugasan pihak tersebut.

“Publik tentu bertanya-tanya, kapasitas seseorang dalam mendampingi bupati itu sebagai apa? Apakah bagian dari tugas pemerintahan atau membawa nama paguyuban?” katanya.

Syahrir berharap seluruh pihak, khususnya keluarga besar marga Nasution, dapat memahami posisi dan tujuan IKANAS secara proporsional serta tidak mencampuradukkan organisasi sosial dengan kepentingan politik maupun pemerintahan.

Pernyataan ini sekaligus menjadi pengingat agar organisasi kemasyarakatan tetap berada pada koridor awal pembentukannya, yakni memperkuat persatuan, menjaga nilai budaya, dan memberi manfaat sosial bagi masyarakat.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama