Medan — Sebuah refleksi mendalam tentang perjalanan hidup manusia, khususnya saat memasuki usia lanjut (lansia), disampaikan oleh Syahrir Nasution. Ia menyoroti bahwa dalam fase akhir kehidupan, manusia pada hakikatnya akan dihadapkan pada dua “maqom” atau tempat penting yang tidak dapat dihindari, yakni masjid dan rumah sakit.
Menurutnya, kedua tempat tersebut memiliki makna spiritual dan realitas yang saling melengkapi. Masjid menjadi simbol panggilan lembut bagi manusia untuk kembali mendekat kepada Sang Pencipta, sementara rumah sakit menjadi gambaran kondisi yang sering kali tidak dapat ditunda ketika fisik manusia mulai melemah.
“Masjid merupakan panggilan yang lembut, sedangkan rumah sakit adalah panggilan yang tak bisa ditunda,” ungkap Syahrir Nasution dalam pernyataannya, Minggu (20/4).
Ia menjelaskan, pada masa lansia, manusia akan dihadapkan pada pertanyaan besar tentang kehidupan—bukan sekadar dijawab secara lisan, melainkan melalui kesadaran batin yang mendalam. Pertanyaan tersebut mencakup asal-usul manusia, posisi saat ini, dan tujuan akhir kehidupan.
Lebih lanjut, Syahrir menekankan bahwa langkah manusia di usia senja bukan lagi tentang sejauh mana kaki melangkah, tetapi ke mana arah jiwa akan kembali. Dalam konteks ini, masjid dan rumah sakit menjadi dua tempat yang seharusnya semakin akrab bagi mereka yang mulai menyadari hakikat kehidupan.
“Di masjid, manusia masih memiliki pilihan untuk datang. Namun di rumah sakit, manusia sering kali datang dalam kondisi terpaksa karena keadaan,” ujarnya.
Ia juga menggambarkan makna filosofis dari kedua tempat tersebut. Sajadah di masjid, katanya, mengajarkan manusia untuk tunduk dan bersujud sebelum benar-benar “berdiri” dalam kehidupan. Sementara itu, ranjang perawatan di rumah sakit mengajarkan kepasrahan total ketika seluruh kekuatan fisik telah melemah.
Refleksi ini menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa kehidupan dunia bersifat sementara. Kesadaran spiritual dan kesiapan menghadapi akhir kehidupan menjadi hal penting yang perlu dipersiapkan sejak dini, bukan hanya saat usia senja tiba.

Posting Komentar