Jakarta - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah beredarnya data yang menunjukkan tingginya angka dugaan keracunan di berbagai daerah sepanjang Januari hingga April 2026.
Berdasarkan infografik yang beredar, tercatat total 5.284 kasus dengan jumlah korban terdampak mencapai 8.054 jiwa. Kasus-kasus tersebut tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, dengan mayoritas korban merupakan anak-anak sekolah.
Pada Januari 2026, tercatat 2.709 kasus, disusul Februari sebanyak 1.136 kasus. Sementara pada April saja, jumlah kasus terbagi dalam dua periode dengan total mencapai lebih dari 2.400 kasus.
Sejumlah daerah dengan angka kejadian cukup tinggi di antaranya Mojokerto, Cianjur, hingga Kudus yang masing-masing mencatat ratusan korban dalam satu kejadian.
Infografik tersebut juga menyoroti lemahnya pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG. Selain itu, muncul kekhawatiran terkait standar distribusi dan kualitas makanan yang diberikan kepada masyarakat, khususnya anak-anak.
“Anak-anak terus jadi korban. Sampai kapan ini dibiarkan?” demikian salah satu narasi dalam materi tersebut.
Publik pun mendesak pemerintah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG, termasuk memperketat pengawasan, memastikan standar keamanan pangan terpenuhi, serta meningkatkan perlindungan terhadap penerima manfaat.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai validitas keseluruhan data yang beredar tersebut. Namun, isu ini telah memicu kekhawatiran luas di tengah masyarakat dan menjadi perhatian serius berbagai pihak.

Posting Komentar