Undangan Rapat MUI Kota Binjai Dipertanyakan, Sejumlah Ormas Tidak Dilibatkan



Binjai — Surat undangan rapat yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia Kota Binjai menuai sorotan dari sejumlah kalangan. Pasalnya, dalam agenda pertemuan yang membahas persoalan maraknya aksi premanisme di Kota Binjai, tidak semua organisasi kemasyarakatan (ormas) berbasis Islam dilibatkan.

Undangan bernomor B.057/DP-K.II.09/SR/V/2026 tersebut mengundang sejumlah unsur internal MUI serta beberapa organisasi seperti NU, Muhammadiyah, Al Washliyah, hingga organisasi kepemudaan Islam. Namun, sejumlah pihak menilai masih ada ormas lain yang memiliki basis massa kuat di tengah masyarakat justru tidak diikutsertakan.

Seorang tokoh masyarakat, Syahrir Nasution, menyampaikan keheranannya atas hal ini. Menurutnya, pertemuan yang membahas persoalan sosial seperti premanisme seharusnya melibatkan lebih luas elemen masyarakat, khususnya ormas yang memiliki “roh Islam” dan kedekatan langsung dengan masyarakat di tingkat akar rumput.

“Ini menjadi pertanyaan besar. Ketika persoalan yang dibahas menyangkut kondisi sosial masyarakat, seharusnya semua elemen ormas dilibatkan, karena merekalah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Rapat tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 12 Mei 2026 pukul 19.00 WIB di Aula MUI Kota Binjai, dengan agenda utama membahas keresahan masyarakat akibat aksi pembegalan di beberapa titik.

Tokoh masyarakat Binjai itu menilai, keterlibatan ormas secara inklusif sangat penting dalam mencari solusi yang efektif. Ormas dinilai memiliki jaringan yang kuat serta pemahaman kondisi lapangan yang lebih aktual, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata dalam meredam persoalan sosial.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Majelis Ulama Indonesia terkait dasar pertimbangan pemilihan pihak-pihak yang diundang dalam rapat tersebut.

Masyarakat berharap ke depan, setiap forum strategis yang membahas persoalan umat dapat lebih terbuka dan melibatkan seluruh elemen yang relevan, guna menghasilkan keputusan yang lebih representatif dan berdampak luas.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama