Oleh: H Syahrir Nasution
Pertanyaan ini mungkin terdengar sederhana, namun sesungguhnya mengandung kegelisahan yang mendalam: mau dibawa ke mana Kota Binjai ini?
Di tengah laju pembangunan daerah yang semakin kompetitif, Kota Binjai berada pada persimpangan jalan. Sebagai kota yang bertetangga langsung dengan , Binjai memiliki posisi strategis yang seharusnya menjadi modal besar untuk tumbuh menjadi kota maju, mandiri, dan berdaya saing. Namun, kedekatan geografis dengan kota besar tidak otomatis menjadikan sebuah kota ikut besar.
Sebuah kota menjadi besar bukan karena letaknya yang berdekatan dengan kota besar lainnya. Sebuah kota menjadi besar ketika mampu menjawab empat pertanyaan mendasar:
Mengapa orang datang ke sana?
Mengapa orang memilih bermukim di sana?
Mengapa investor tertarik berusaha di sana?
Mengapa generasi mudanya berani bermimpi dan membangun masa depan di sana?
Jika empat pertanyaan ini belum terjawab dengan baik, maka pembangunan hanya akan menjadi deretan proyek fisik tanpa arah yang jelas.
Perekonomian Harus Menjadi Panglima
Kekuatan sebuah kota sejatinya terletak pada aktivitas ekonominya. Kota yang maju adalah kota yang mampu menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, mengembangkan UMKM, serta memberikan kepastian bagi pelaku usaha.
Binjai memiliki banyak potensi. Letaknya strategis sebagai pintu gerbang menuju wilayah Langkat dan Aceh. Kota ini memiliki sektor perdagangan yang cukup hidup, lahan pertanian dan perkebunan di wilayah penyangga, serta sumber daya manusia yang terus berkembang.
Namun potensi hanya akan menjadi angka di atas kertas apabila tidak didukung oleh kebijakan yang berpihak kepada pertumbuhan ekonomi. Pemerintah harus mampu menciptakan iklim usaha yang sehat, birokrasi yang sederhana, dan kepastian hukum yang memberikan rasa aman bagi investor maupun masyarakat.
Perekonomian yang kuat tidak lahir dari seremoni dan slogan. Ia lahir dari perencanaan yang matang, pengelolaan anggaran yang efektif, serta keberanian mengambil keputusan yang berpihak pada kepentingan rakyat.
Tata Kelola Pemerintahan Menjadi Penentu
Selain ekonomi, sorotan utama harus diarahkan kepada tata kelola pemerintahan.
Pemerintahan yang baik bukan sekadar mampu menghabiskan anggaran setiap tahun. Pemerintahan yang baik adalah pemerintahan yang mampu mengubah anggaran menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.
Transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme harus menjadi fondasi utama. Setiap rupiah uang rakyat yang dikelola pemerintah wajib dipertanggungjawabkan secara terbuka.
Masyarakat saat ini semakin kritis. Mereka tidak lagi mudah terpesona oleh janji-janji politik. Yang mereka butuhkan adalah bukti nyata berupa pelayanan publik yang cepat, infrastruktur yang memadai, pendidikan yang berkualitas, serta kesempatan ekonomi yang semakin luas.
Ketika tata kelola pemerintahan lemah, maka pembangunan akan berjalan tersendat. Sebaliknya, ketika pemerintahan dikelola secara profesional dan bersih, maka kepercayaan publik akan tumbuh dan investasi akan datang dengan sendirinya.
Binjai Harus Punya Identitas dan Visi
Kota-kota maju di Indonesia dan dunia memiliki identitas yang kuat. Mereka tahu hendak menjadi apa dalam 10, 20, bahkan 50 tahun ke depan.
Pertanyaannya, apa identitas Kota Binjai hari ini?
Apakah Binjai ingin menjadi pusat perdagangan regional? Kota jasa? Kota pendidikan? Kota investasi? Atau sekadar menjadi daerah penyangga Medan?
Pertanyaan ini harus dijawab secara serius oleh seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, DPRD, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat.
Tanpa visi yang jelas, pembangunan akan berjalan tanpa arah. Program berganti mengikuti pergantian pemimpin, sementara persoalan mendasar masyarakat tetap tidak terselesaikan.
Saatnya Berbenah
Kota Binjai memiliki peluang besar untuk berkembang. Namun peluang itu tidak akan datang dua kali jika terus diabaikan.
Sudah saatnya seluruh energi pembangunan difokuskan pada penguatan ekonomi daerah, peningkatan kualitas pelayanan publik, penciptaan lapangan kerja, dan tata kelola pemerintahan yang bersih serta profesional.
Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah kota bukanlah seberapa megah gedung pemerintahannya, melainkan seberapa sejahtera masyarakat yang tinggal di dalamnya.
Dan pertanyaan yang harus terus kita gaungkan adalah:
Mau dibawa ke mana Kota Binjai ini?
Sebab masa depan sebuah kota ditentukan oleh keberanian para pemimpinnya mengambil keputusan hari ini, bukan oleh alasan bahwa kota tersebut bertetangga dengan kota besar. Binjai harus tumbuh karena kekuatannya sendiri, karena potensinya sendiri, dan karena cita-cita besar masyarakatnya sendiri.

Posting Komentar