Membuka Jendela Ilmu Pengetahuan, Menghormati Willem Iskander dengan Tindakan Nyata



Oleh: H. Syahrir Nasution

Penghormatan kepada Willem Iskander tidak boleh berhenti pada seremoni, seminar, atau sekadar penyebutan namanya dalam berbagai kesempatan. Penghormatan yang sesungguhnya adalah melanjutkan cita-cita dan semangat perjuangannya dalam mencerdaskan masyarakat melalui pendidikan.

Willem Iskander telah membuktikan bahwa kemajuan suatu bangsa hanya dapat dicapai melalui ilmu pengetahuan. Jauh sebelum Republik Indonesia berdiri, putra terbaik Mandailing ini telah membuka jalan bagi lahirnya generasi terdidik yang kelak menjadi bagian penting dalam pembangunan bangsa.

Karena itu, sudah saatnya masyarakat Mandailing menunjukkan sikap nyata atas jasa-jasa Willem Iskander dengan membukakan "jendela wawasan ilmu pengetahuan" seluas-luasnya kepada generasi muda. Jangan sampai kebanggaan terhadap tokoh besar hanya berhenti pada simbol dan romantisme sejarah. Sebab kebesaran yang hanya bersifat simbolik tidak akan melahirkan kemajuan yang sesungguhnya.

Ungkapan "No One Can Escape History" harus menjadi pegangan bersama. Tidak ada masyarakat yang dapat melarikan diri dari sejarahnya. Sejarah adalah identitas, cermin, sekaligus guru yang memberikan pelajaran berharga tentang perjalanan sebuah peradaban.

Masyarakat Mandailing memiliki warisan sejarah yang kuat dalam bidang pendidikan, keagamaan, dan intelektualitas. Warisan itu harus dijaga, didokumentasikan, dikaji, dan diwariskan kepada generasi penerus agar tidak hilang ditelan perubahan zaman.

Semangat pendidikan yang diperjuangkan Willem Iskander juga sejalan dengan ajaran Islam. Perintah pertama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW adalah "Iqra'" (Bacalah). Ini menunjukkan bahwa Islam menempatkan ilmu pengetahuan pada posisi yang sangat mulia. Karena itu, tidak ada alasan bagi masyarakat Mandailing yang mayoritas Muslim untuk mengabaikan pendidikan sebagai pilar utama kemajuan.

Kini saatnya seluruh elemen masyarakat Mandailing, baik tokoh adat, akademisi, organisasi kemasyarakatan, perantau, maupun pemerintah daerah, bersatu dalam sebuah gerakan besar membangun peradaban ilmu pengetahuan. Salah satu langkah konkret yang dapat diwujudkan adalah pendirian Pusat Dokumentasi Willem Iskander sebagai pusat kajian, penelitian, arsip sejarah, dan pengembangan pemikiran bagi generasi mendatang.

Tunjukkan bahwa masyarakat Mandailing bukan masyarakat yang buta terhadap pendidikan. Tunjukkan bahwa ajaran Islam tentang pentingnya ilmu pengetahuan benar-benar hidup dalam kehidupan sehari-hari. Tunjukkan bahwa jasa Willem Iskander tidak hanya dikenang, tetapi juga dilanjutkan melalui karya dan tindakan nyata.

Sebab pada akhirnya, sejarah akan mencatat bukan siapa yang paling banyak memuji Willem Iskander, melainkan siapa yang paling sungguh-sungguh melanjutkan perjuangannya.

"Bangsa yang menghormati sejarahnya akan menemukan jalan menuju masa depannya."

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama