Oleh: H Syahrir Nasution
"Memerdekakan manusia melalui pikiran, dan memuliakan manusia dengan ilmu pengetahuan." Kalimat yang mengandung semangat besar ini mengingatkan kita pada warisan pemikiran dua tokoh penting bangsa, dan . Gagasan tersebut tidak seharusnya berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi arah nyata dalam membangun dunia pendidikan Indonesia.
Kemerdekaan pendidikan bukan sekadar memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk belajar. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu melahirkan manusia yang merdeka dalam berpikir, berani mengemukakan pendapat, mampu mengkritisi persoalan, serta bertanggung jawab atas setiap gagasan yang disampaikan.
Ironisnya, hingga kini masih banyak ruang berpikir yang terasa sempit. Kreativitas sering dibatasi oleh aturan yang kaku, perbedaan pendapat dipandang sebagai ancaman, dan keberanian mengemukakan kritik tidak jarang dianggap sebagai bentuk perlawanan. Dalam kondisi seperti ini, slogan tentang kemerdekaan pendidikan kehilangan maknanya apabila kebebasan berpikir justru dikekang.
Memerdekakan manusia harus dimulai dari membangun karakter yang berpendidikan, disiplin, dan menghormati aturan. Kemerdekaan bukan berarti bebas tanpa batas, melainkan kemampuan menggunakan akal sehat untuk memilih yang benar, menghargai hak orang lain, dan menjalankan kewajiban sebagai warga negara.
Ilmu pengetahuan memiliki peran penting dalam memuliakan manusia. Dengan ilmu, seseorang tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga membangun etika, kebijaksanaan, dan kemampuan menghadapi perubahan zaman. Bangsa yang menghargai ilmu akan lebih siap menghadapi tantangan global dibanding bangsa yang hanya mengandalkan slogan.
Warisan pemikiran Willem Iskander dan Sutan Takdir Alisjahbana mengajarkan bahwa kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas manusianya. Pendidikan yang membebaskan pikiran akan melahirkan generasi yang inovatif, sedangkan ilmu pengetahuan akan mengangkat martabat manusia menjadi pribadi yang beradab.
Karena itu, memerdekakan pendidikan harus diawali dengan memerdekakan manusianya. Ketika pikiran bebas berkembang dalam koridor etika, hukum, dan ilmu pengetahuan, saat itulah pendidikan benar-benar menjadi jalan menuju kemajuan bangsa, bukan sekadar slogan yang indah didengar tetapi kosong dalam pelaksanaannya.
.jpg)
Posting Komentar