Musuh Utama Demokrasi: Politik Dinasti dan Oligarki



Oleh: H Syahrir Nasution

Demokrasi yang sehat bertumpu pada kedaulatan rakyat. Dalam sistem tersebut, rakyat menjadi pemegang kekuasaan tertinggi sebagaimana diamanatkan dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Namun, saya memandang bahwa dalam beberapa tahun terakhir muncul kecenderungan bergesernya praktik demokrasi dari kedaulatan rakyat menuju dominasi politik dinasti dan oligarki. Kondisi ini, menurut saya, patut menjadi perhatian seluruh elemen bangsa karena berpotensi mengurangi ruang partisipasi masyarakat dalam menentukan arah perjalanan negara.

Pertanyaan mendasar yang perlu dijawab bersama adalah: apakah rakyat benar-benar telah berdaulat? Jawaban atas pertanyaan tersebut tentu menjadi hak setiap warga negara. Namun jika banyak yang menilai belum, berarti ada persoalan yang perlu dibenahi dalam sistem demokrasi Indonesia.

Dalam pandangan saya, salah satu indikatornya adalah menguatnya praktik politik dinasti dalam satu dekade terakhir serta semakin besarnya pengaruh kelompok-kelompok oligarki dalam berbagai kebijakan publik. Investasi memang penting untuk pembangunan, tetapi jangan sampai kepentingan rakyat justru terpinggirkan.

Realitas yang dirasakan sebagian masyarakat menunjukkan masih adanya kemiskinan, kesenjangan ekonomi, serta keterbatasan akses terhadap keadilan dan kesejahteraan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan apakah pembangunan telah benar-benar menghadirkan manfaat yang merata bagi seluruh rakyat.

Saya juga memandang bahwa masa depan generasi muda perlu mendapat perhatian serius. Negara harus mampu menghadirkan harapan, kesempatan, dan ruang pengabdian yang adil bagi seluruh anak bangsa tanpa membedakan latar belakang keluarga maupun kedekatan dengan kekuasaan.

Rumah besar bernama Indonesia semestinya menjadi tempat seluruh rakyat memperoleh perlindungan, keadilan, dan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Karena itu, menurut saya, menjaga demokrasi berarti menjaga agar kedaulatan tetap berada di tangan rakyat, bukan didominasi oleh politik dinasti maupun oligarki. Demokrasi akan tetap kokoh apabila seluruh proses politik berjalan secara terbuka, adil, dan berpihak pada kepentingan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama