Oleh : H Syahrir Nasution
Menurut saya, tantangan terbesar IKANAS ke depan bukan hanya menjaga silaturahmi antarwarga bermarga Nasution, tetapi juga bagaimana organisasi ini mampu mengambil peran strategis sebagai organisasi kedaerahan yang memberikan manfaat nyata bagi kemajuan masyarakat Mandailing secara keseluruhan.
Sudah saatnya kita memiliki cara pandang yang lebih luas. Kita tidak boleh terpaku pada kepentingan internal semata ataupun merasa cukup dengan kondisi yang ada. Kita harus belajar dari keberhasilan etnis-etnis lain di Indonesia, seperti Minangkabau, Jawa, maupun Sunda, yang mampu membangun kekuatan sosial, ekonomi, pendidikan, dan jaringan profesional melalui kebersamaan. Mereka menjadikan organisasi kedaerahan sebagai wadah untuk saling menguatkan, membuka peluang, mencetak generasi unggul, serta memperjuangkan kemajuan masyarakatnya di berbagai bidang.
Mandailing juga memiliki sejarah panjang, nilai budaya yang luhur, serta sumber daya manusia yang tidak kalah berkualitas. Banyak putra-putri Mandailing yang telah berhasil menjadi tokoh nasional, akademisi, birokrat, pengusaha, aparat penegak hukum, maupun profesional di berbagai bidang. Potensi besar tersebut harus disatukan dalam sebuah gerakan bersama yang terarah sehingga mampu memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.
Dalam konteks itulah saya memandang bahwa marga Nasution memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi pelopor. Mengingat jumlah warga Nasution yang cukup besar dan penyebarannya yang luas, sudah sewajarnya marga ini menjadi contoh dalam membangun semangat kebersamaan, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat. Namun, perlu saya tegaskan bahwa pandangan ini sama sekali bukan dimaksudkan untuk menempatkan Nasution lebih tinggi daripada marga-marga Mandailing lainnya.
Sebaliknya, Nasution diharapkan menjadi pembuka jalan atau katalisator yang menggerakkan seluruh potensi masyarakat Mandailing. Ketika Nasution mampu menunjukkan prestasi, integritas, dan kepemimpinan yang baik, maka hal itu akan menjadi inspirasi bagi marga-marga lain untuk bergerak bersama. Tujuan akhirnya bukan membesarkan satu marga, melainkan membesarkan Mandailing secara keseluruhan.
Karena itu, penafsiran terhadap gagasan ini jangan sampai dipahami secara sempit atau eksklusif. Semangat yang ingin dibangun adalah semangat kolaborasi. Seluruh marga dalam masyarakat Mandailing memiliki kedudukan yang sama penting dan memiliki kontribusi yang besar dalam membangun tanah leluhur serta meningkatkan kesejahteraan warganya. IKANAS harus menjadi jembatan yang menghubungkan seluruh potensi tersebut melalui program-program yang konkret di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, kepemudaan, serta pemberdayaan generasi muda.
Ke depan, IKANAS juga harus mampu menjadi organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Organisasi ini tidak cukup hanya menyelenggarakan kegiatan seremonial atau pertemuan rutin, tetapi harus mampu membangun jaringan yang kuat, memberikan beasiswa bagi generasi muda, mendorong lahirnya wirausaha baru, memperluas akses pekerjaan, memperkuat kepedulian sosial, serta menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan daerah.
Saya berharap semangat "marsialap ari" atau saling membantu yang menjadi nilai luhur masyarakat Mandailing dapat terus dihidupkan dalam setiap langkah organisasi. Dengan semangat persatuan, gotong royong, dan kepemimpinan yang inklusif, IKANAS dapat menjadi salah satu kekuatan penting dalam mengangkat harkat, martabat, dan kemajuan masyarakat Mandailing di tingkat daerah, nasional, bahkan internasional.
Pada akhirnya, apabila marga Nasution mampu menjalankan peran sebagai pelopor dengan penuh tanggung jawab, rendah hati, dan mengedepankan kepentingan bersama, maka keberhasilan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan bagi warga Nasution, melainkan menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Mandailing. Inilah cita-cita besar yang harus kita perjuangkan bersama, yaitu menjadikan IKANAS sebagai organisasi yang bukan hanya besar karena jumlah anggotanya, tetapi juga besar karena kontribusinya bagi kemajuan Mandailing dan bangsa Indonesia.***

Posting Komentar