Oleh : H Syahrir Nasution
Sejak dahulu, pemerintah rutin melaksanakan sensus ekonomi dengan tujuan memotret kondisi perekonomian nasional. Namun, muncul pertanyaan yang patut menjadi bahan evaluasi bersama: sejauh mana hasil sensus tersebut benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat?
Di lapangan, masih banyak rakyat yang merasakan kondisi ekonomi justru semakin berat. Daya beli melemah, biaya hidup terus meningkat, lapangan pekerjaan yang layak tidak bertambah secara signifikan, dan tekanan ekonomi semakin dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat.
Sensus ekonomi memang menghasilkan data dan angka-angka statistik yang penting sebagai dasar penyusunan kebijakan. Akan tetapi, apabila data tersebut tidak diikuti dengan kebijakan yang tepat sasaran dan mampu memperbaiki kehidupan masyarakat, maka manfaatnya akan terasa sangat terbatas bagi rakyat.
Salah satu indikator yang banyak menjadi perhatian adalah menyusutnya kelompok masyarakat kelas menengah. Fenomena ini sering dikaitkan dengan menurunnya daya beli dan meningkatnya tekanan ekonomi yang dialami rumah tangga. Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa pertumbuhan ekonomi perlu benar-benar diterjemahkan menjadi peningkatan kesejahteraan yang dapat dirasakan secara nyata.
Karena itu, sensus ekonomi seharusnya tidak berhenti sebagai kumpulan angka statistik, tetapi menjadi dasar bagi lahirnya kebijakan yang mampu memperkuat ekonomi rakyat, menciptakan lapangan kerja, menjaga daya beli, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Posting Komentar