Truk Sawit Maut Terguling di Labuhanbatu, Siswi Tewas Tertimpa Muatan; Sopir Tak Punya SIM, Truk Tanpa Pelat dan STNK Mati



Labuhanbatu – Tragedi memilukan terjadi di Jalan Lintas Negeri Lama–Tanjung Sarang Elang, Desa Sei Tampang, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 07.15 WIB. Sebuah dump truck bermuatan buah sawit terguling dan menumpahkan muatannya ke arah 10 pelajar SMP Negeri 4 Satu Atap Bilah Hilir yang sedang berjalan di tepi jalan.

Akibat insiden tersebut, Lamtio Sari Gultom (14), siswi kelas IX, meninggal dunia setelah mengalami luka berat di bagian belakang kepala. Meski sempat dilarikan ke Puskesmas Negeri Lama, nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Dua pelajar lainnya mengalami luka serius. Crishel Parhusip (14) mengalami patah tulang lengan kanan, sedangkan Jesika Sirait (13) menderita luka di dahi, lutut, serta memar di bahu kanan. Keduanya dirujuk ke RSUD Rantauprapat. Tujuh korban lainnya mengalami luka ringan dan diperbolehkan pulang.

Suasana duka menyelimuti Puskesmas Negeri Lama. Tangis keluarga, teman sekolah, dan warga pecah saat jenazah korban dibawa pulang ke rumah duka di kawasan perkebunan PT Cisadane. Menurut warga, Lamtio Sari baru saja pindah sekolah mengikuti orang tuanya setelah sebelumnya tinggal bersama neneknya di Pematangsiantar.

Ironisnya, fakta-fakta yang terungkap dalam penyelidikan awal semakin memperlihatkan dugaan kelalaian serius. Sopir truk, Dimas Sandi Syahputra (19), mengaku tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Ia bahkan menyebut baru berencana mengurus SIM setelah kejadian.

Tak hanya itu, truk yang dikemudikannya tidak menggunakan pelat nomor polisi, sementara STNK kendaraan telah mati sejak Januari 2026. Sopir juga mengakui pelat nomor kendaraan dicabut dan dipasang pada armada lain.

"Saya mau urus SIM, tapi belum sempat. Plat nomor dipakai untuk truk lain," ujar Dimas saat diperiksa di Polsek Bilah Hilir.

Kapolsek Bilah Hilir AKP Armen Faisal SH menyatakan penyidik mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian pidana dalam kecelakaan tersebut.

"Kemungkinan ada unsur kelalaian. Muatan tidak menggunakan jaring pengaman. Kami juga akan memeriksa apakah kendaraan kelebihan muatan sehingga menyebabkan kopling patah dan ban pecah," tegasnya.

Polisi juga memastikan akan memeriksa legalitas kendaraan, termasuk status STNK, pelat nomor, dan dugaan pelanggaran lalu lintas lainnya.

Peristiwa ini memicu sorotan terhadap lemahnya pengawasan terhadap truk pengangkut sawit yang masih banyak beroperasi tanpa memenuhi standar keselamatan. Kendaraan tanpa pelat nomor, STNK mati, sopir tanpa SIM, serta muatan tanpa pengaman dinilai sebagai rangkaian pelanggaran yang seharusnya dapat dicegah sebelum merenggut nyawa.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Abdi Jaya Pohan SH, yang langsung mengunjungi para korban di Puskesmas Negeri Lama, menyampaikan belasungkawa sekaligus mendesak aparat bertindak tegas.

"Kami tidak ingin tragedi seperti ini terulang lagi. Aparat penegak hukum dan instansi terkait harus menindak tegas truk yang overloading, tanpa pengaman, dan tidak memenuhi persyaratan keselamatan," tegas Abdi.

Tragedi ini menjadi peringatan keras bahwa kelalaian dalam pengoperasian kendaraan angkutan berat bukan sekadar pelanggaran administrasi, tetapi dapat berujung pada hilangnya nyawa. Masyarakat kini menanti langkah tegas kepolisian dan instansi terkait untuk mengusut tuntas penyebab kecelakaan sekaligus menindak seluruh pihak yang bertanggung jawab.red

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama