BOMER PASARIBU : SANG MENTERI DARI MARANCAR-BATANGTORU TAPANULI SELATAN

 


Tapsel - Nama lengkapnya Prof. Dr. H. Bomer Pasaribu, SH, SE, MS. Lahir 22 Agustus 1942 di Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pada Masa Pendudukan Jepang. Sekarang umur 83 tahun. Di Jakarta orang kenal dia sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI ke-21 era Presiden Abdurrahman Wahid, Anggota DPR RI, dan Duta Besar RI untuk Denmark dan Lithuania. Di kampung halaman, orang Marancar memanggilnya Anak Sulung Marancar yang jadi Menteri.


Akar dari Marancar - HATOBOSI


Secara administratif lahir di Batang Toru, tapi darah dan adatnya adalah Marancar. Marancar luasnya 25.472 hektar, berbatasan langsung dengan Batang Toru. Di dalam Marancar ada empat kampung tua yang disingkat HATABOSI: Haunatas, Tanjung Rompa, Bonan Dolok dan Siranap.


Ayahnya H. Hasan Pinayungan Pasaribu dan ibunya Halimah Pakpahan. Pesan abadi: terus berbuat baik. Keluarganya mendirikan Yayasan Haji Hasan Pinayungan (YHHP) di kampong Marancar dan membangun masjid untuk masyarakat.


Bomer adalah anak sulung dari enam bersaudara yang semuanya jadi tokoh. H. Panusunan Pasaribu - Majelis Wali Amanat USU, Ketua Yayasan PRSU, Bupati Tapanuli Tengah, dimakamkan di Tanjung Rompa Marancar. H. Syahrul M Pasaribu - Bupati Tapsel dua periode. H. Gus Irawan Pasaribu - Anggota DPR RI dan Bupati Tapsel. H. Ibrahim Pasaribu, Hj. Lisliwaty Pasaribu, Sujani Pasaribu, dan keponakannya Dolly Pasaribu - Bupati Tapsel.


Pendidikan: Dari Salak ke Guru Besar


Masa kecilnya di Padangsidimpuan, kota salak. SDN Padang Sidempuan 1955, SMPN B Padang Sidempuan 1958, SLTAN B Padangsidimpuan 1961. Lulus SMA dia kerja sebagai Staf Pimpinan Bank di Medan 1967-1980 sambil kuliah malam. S1 Hukum USU 1976, S1 Ekonomi USU 1980, S2 IPB 1996, S3 IPB 2000. Mengawali karir dosen 1982 di UMSU, lalu jadi Guru Besar Manajemen Agribisnis IPB sejak 2006. Prinsipnya: Everything must be design. Everything must be plan. Managing and Learning Family.


Menteri Tenaga Kerja di Era Gus Dur - Masa Tersulit Reformasi


Ini bagian paling penting dari hidupnya.


Bomer diangkat menjadi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI ke-21 pada Kabinet Persatuan Nasional Presiden Abdurrahman Wahid, masa jabatan 29 Oktober 1999 sampai 26 Agustus 2000. Ada sumber mencatat sampai 9 Agustus 2001 sebelum diganti Jacob Nuwa Wea.


Saat itu Indonesia baru lepas dari krisis 1997. Bomer sendiri yang bilang dalam wawancara: Tingkat kemiskinan dan pengangguran saat ini adalah yang terburuk dalam kurun waktu 36 tahun. Pengangguran kita selama 38 tahun belum pernah double digit, sekarang terjadi pengangguran yang double digit.


Posisinya sangat unik. Ketika pengumuman kabinet, Bomer sedang berada di kantor Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI). Dia adalah Ketua Umum SPSI 1995-2000 dan Pimpinan Federasi SPSI Pusat 1985-2002. Jadi dia adalah satu-satunya Menteri Tenaga Kerja yang diangkat langsung dari kursi pimpinan buruh, bukan dari pengusaha atau militer.


Apa yang dia lakukan dalam 10 bulan sebagai Menteri:


Pertama, Membuka Kebebasan Berserikat. Di era Orde Baru hanya ada satu serikat. Bomer membuka keran kebebasan berserikat sesuai Konvensi ILO. Dari sinilah lahir ratusan serikat pekerja baru di Indonesia.


Kedua, Melindungi Buruh yang di-PHK. Dia mengeluarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja No.150 Tahun 2000 tentang Penyelesaian Pemutusan Hubungan Kerja dan Penetapan Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja dan Ganti Kerugian. Aturan ini menjadi fondasi hukum PHK yang melindungi buruh sampai sekarang dan sering dikutip di pengadilan hubungan industrial.


Ketiga, Menata Ulang Hubungan Industrial Pancasila. Dia membawa konsep hubungan industrial bukan sebagai konflik buruh vs pengusaha, tapi kemitraan, pemberdayaan dan kesejahteraan. Konsep ini yang dia tulis di buku pertamanya tahun 1995.


Keempat, Menangani Transmigrasi di Masa Krisis. Saat itu transmigrasi hampir berhenti karena krisis, dia berusaha mengembalikan marwah transmigrasi sebagai pemerataan, bukan pemindahan.


Karena masa jabatannya pendek di era Gus Dur yang penuh gejolak politik, banyak programnya tidak sempat tuntas. Tapi fondasinya kuat. Itulah sebabnya 21 tahun kemudian, pada 16 Desember 2021, Kementerian Ketenagakerjaan memberikan Anugerah Insan Vokasi kepadanya dalam Pelatihan Vokasi Award 2021. Penghargaan yang hanya diberikan kepada tokoh yang dianggap berjasa memajukan SDM Indonesia. Saat itu Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyebut para penerima telah menyumbang riil peningkatan kualitas sumber daya nasional.


Bomer sendiri sering bilang: Kalau di masa Orde Baru ada Trilogi Pembangunan dengan kata kunci pemerataan, sekarang justru ketimpangan antara yang kaya dan miskin, kota dan desa, Indonesia timur dan barat, Jawa dan luar Jawa, Jakarta dan luar Jakarta justru meledak.


Itulah yang dia lawan sebagai Menteri dari Marancar.


Si Buku Berjalan di Senayan


Selesai jadi menteri, dia kembali ke Senayan 2004-2009 sebagai Wakil Ketua Badan Legislasi. Julukannya Buku Berjalan. Hampir tidak pernah melepaskan buku agenda hitamnya. Dia yang mengkonsep 7 UU besar: UU Wilayah Negara, UU Tata Ruang Nasional, UU Pengelolaan Wilayah Kelautan, UU Wilayah Udara Nasional, UU Pengelolaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, UU Reforma Agraria, UU Lahan Pertanian Pangan Abadi, serta Rencana Pembangunan Jangka Panjang 20 Tahun.


Duta Besar di Negeri Viking


Tahun 2011, Presiden SBY melantiknya 21 Desember 2011 sebagai Duta Besar LBBP RI ke-11 untuk Kerajaan Denmark dan Republik Lithuania, masa jabatan 21 September 2011 - 24 Februari 2016. Anak Marancar yang dulu jalan kaki di Sidempuan, kini tinggal di Kopenhagen.


Karya Buku


Dunia Kerja dan Perspektif Hubungan Industrial Era Industrialisasi dan Liberalisasi Ekonomi Pasar (1995, ISBN 9789798896002), Hukum Ketenagakerjaan dalam Teori dan Praktik (2015), Ekonomi Politik Pembangunan Indonesia (2008), makalah Membangun Politik Ketenagakerjaan dari Aspek HAM (2014), jurnal The Politics of Law of the Development of Law and Regulations in Indonesia (2006), bunga rampai Jebakan Krisis dan Ketahanan Pangan, dan Dokumen Utama SIPP.


Keberadaan dan Aktivitas Sekarang 2024-2025


Sekarang umur 83 tahun, masih aktif. Posisi sekarang: Ketua Dewan Pakar SOKSI, Ketua Tim Kerja Lembaga Produktivitas Nasional, Ketua Dewan Pembina ASPH, Mitra PATANI.


Juni 2024 jadi pembicara utama Sosialisasi 4 Pilar MPR RI membahas Kepmenaker 76/2024 tentang Hubungan Industrial Pancasila. Dia ingatkan ketimpangan di era Industri 4.0 dan pentingnya kembali ke ekonomi Pancasila dengan model Welfare State.


30 Juli 2024 kunjungan ke Undiknas Denpasar Bali untuk kerjasama produktivitas nasional dengan 21 negara anggota APO.


Bagi orang Marancar, Bomer tetap Harajaon, tetua adat, dan bukti bahwa anak dari desa kecil Tanjung Dolok bisa mengatur buruh se-Indonesia, membuat undang-undang se-Indonesia, dan mewakili Indonesia di Eropa. Badan boleh di Jakarta, tapi tondi tetap di Marancar.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama