Oleh : Marwan Ashari Harahap
* Pengurus DP MUI Deli Serdang
* Pengurus BMPS Deli Serdang.
Dalam kehidupan sehari-hari hari, Sangat sulit kita untuk mempermudahkan hidup orang lain, dan sangat sulit untuk membatu orang lain, mulai dari pertolongan kecil maupun bantuan yang besar.
Maka muncul pameo dimasyarakat kita ; kalau bisa dipersulit kenapa harus di permudah, kalau bisa dipermudah kenapa harus di persulit.
Kira-kira kira demikian gambaran realita kehidupan di masyarakat kita.
Kalimat tersebut di atas, terkadang sering kali kita payah untuk melakukannya karena dipengaruhi faktor ketidak tulusan dan ketidak ikhlasan untuk memudahkan urusan orang lain, selain itu karena masih memberi peluang berharap feedback dari yang kita permudah, baik materi maupun immanteri.
Padahal Allah SWT telah memberi jaminan balasan yang setimpal atas perbuatan baik maupun buruk.
Sebagaimana Firman Allah SWT, surat Alzazalah Ayat 7 dan 8 :
:فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ
(Artinya: Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarah [debu/semut kecil], niscaya dia akan melihat (balasan)nya.)
:وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ ۨ
(Artinya: Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.)
Pernyataan "mempermudah hidup orang lain, suatu saat Allah akan permudah hidupmu dari segala arah" adalah cerminan dari janji Allah SWT dan Rasulullah SAW dalam berbagai hadis sahih.
Dalam Suatu Hadis Riwayat Muslim:
"Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan di hari kiamat.
Dan barang siapa yang memudahkan urusan orang yang sedang kesulitan, niscaya Allah akan memudahkan baginya di dunia dan akhirat."
• Pertolongan Allah: Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa Allah SWT akan senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut gemar menolong saudaranya.
Makna dan Penerapannya dalam Hidup
Bentuk kemudahan itu luas: Memudahkan orang lain tidak selalu harus dengan materi atau uang. Bisa lewat tenaga, memberikan ilmu, menunjukkan jalan, berbicara dengan tutur yang menenangkan, atau memberi tenggang waktu bagi orang yang sedang kesulitan membayar utang.
Tidak merugikan diri sendiri: Membantu orang lain dilakukan sesuai kemampuan tanpa harus membebani atau merugikan diri secara berlebihan, kuncinya adalah keikhlasan.
Balasan dari arah yang tak disangka: Ketika kita memilih untuk tidak mempersulit urusan orang lain (baik dalam pekerjaan, pelayanan, keluarga, maupun kehidupan sosial), Allah SWT seringkali membuka pintu solusi, rezeki, dan pertolongan dari jalan yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Pelajari lebih lanjut tentang hikmah keutamaan menolong sesama.
Wallahu A"lam Bishowab
M A H

Posting Komentar