PB Pendawa Indonesia Gelar Ruwatan Bumi di Medan, 2000 an Warga Ditargetkan Hadir



MEDAN – Pengurus Besar (PB) Pendawa Indonesia akan menggelar ritual kebudayaan Ruwatan Bumi di Avros Park, Medan, pada November 2026. Kegiatan ini bertujuan mengungkapkan rasa syukur sekaligus memohon keberkahan, keselamatan, dan perlindungan bagi bangsa dan negara.

Ketua Umum PB Pendawa Indonesia, H. Ruslan, SH, mengatakan Ruwatan Bumi merupakan salah satu upaya melestarikan tradisi leluhur sekaligus mengajak masyarakat menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dan alam.

Menurut Ruslan, kegiatan tersebut memiliki sejumlah makna, di antaranya sebagai ungkapan rasa syukur, doa memohon keselamatan, serta ikhtiar menolak bala agar masyarakat terhindar dari berbagai bencana, seperti kekeringan, kebakaran, dan penyakit.

"Ruwatan Bumi ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus doa bersama untuk memohon perlindungan dan keselamatan. Kita berharap bangsa Indonesia senantiasa diberikan keberkahan dan dijauhkan dari berbagai bencana," ujar Ruslan, Kamis (22/10/2026).

Ia menjelaskan, Ruwatan Bumi juga mengandung pesan penting tentang harmoni alam, yakni menjaga keseimbangan kehidupan antara manusia, alam, dan penghormatan terhadap warisan leluhur.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut akan diisi dengan sejumlah rangkaian acara bernuansa tradisi dan kebudayaan Nusantara. Di antaranya kirab budaya dengan membawa gunungan sayur dan buah, kenduri atau selamatan yang dirangkai dengan doa bersama, serta pagelaran seni budaya.

Sejumlah pertunjukan yang direncanakan memeriahkan acara tersebut meliputi Reog Ponorogo, jathilan, debus, pencak silat, tari kreasi budaya Nusantara, hingga penampilan tokoh Punakawan.

Selain itu, masyarakat juga akan mengikuti tradisi rebutan gunungan sayur dan buah sebagai bagian dari rangkaian kegiatan budaya tersebut.

Ruslan menyebutkan, acara Ruwatan Bumi diperkirakan akan dihadiri sekitar 2.000an  warga Pendawa dari berbagai kalangan.

Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul dan mempererat silaturahmi warga Pendawa, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.

"Marilah kita bersinergi dengan alam untuk menjaga keseimbangan kehidupan. Mari kita jaga, rawat, dan lestarikan budaya leluhur agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi penerus," ajak Ruslan.

Melalui kegiatan ini, PB Pendawa Indonesia berharap nilai-nilai kebersamaan, rasa syukur, kepedulian terhadap lingkungan, serta kecintaan terhadap budaya bangsa dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.

"Salam kebajikan," tutup H. Ruslan.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama