MEDAN – Dinamika internal Partai Golkar Sumatera Utara kian menarik menjelang kontestasi perebutan kursi Ketua DPD Golkar Sumut. Dua nama yang mencuat ke permukaan, Hendriyanto Sitorus dan Andar Amin Harahap, bukan sekadar membawa rekam jejak politik masing-masing, tetapi juga identitas organisasi kepemudaan yang berbeda latar belakang.
Hendriyanto Sitorus diketahui merupakan kader Ikatan Pemuda Karya (IPK), sementara Andar Amin Harahap adalah figur yang tumbuh dan ditempa di Pemuda Pancasila (PP). Fakta ini membuat persaingan keduanya tak sekadar pertarungan personal, melainkan juga adu pengaruh dua organisasi kepemudaan besar yang memiliki sejarah panjang dalam dinamika sosial-politik Sumatera Utara.
IPK dan Pemuda Pancasila dikenal memiliki basis massa, jaringan struktural, serta militansi kader yang kuat hingga ke akar rumput. Tak heran, jika rivalitas Hendriyanto dan Andar dinilai akan memberi warna tersendiri dalam peta kekuatan internal Golkar Sumut.
Pengamat politik menilai, kontestasi ini berpotensi menguji sejauh mana Golkar mampu mengelola perbedaan latar belakang organisasi tanpa terjebak pada friksi horizontal. Di sisi lain, persaingan ini juga dapat menjadi momentum konsolidasi jika diarahkan pada adu gagasan, kapasitas kepemimpinan, dan visi membesarkan partai.
“Ini bukan sekadar soal siapa yang menang, tetapi bagaimana Golkar Sumut menjaga soliditas di tengah kuatnya basis organisasi ekstra-partai yang dibawa masing-masing figur,” ujar seorang pengamat politik di Medan.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari DPD Golkar Sumut terkait arah dukungan. Namun satu hal pasti, pertarungan Hendriyanto Sitorus dan Andar Amin Harahap akan menjadi salah satu episode paling menarik dalam dinamika politik Golkar Sumatera Utara ke depan.red

Posting Komentar