Jakarta - Seorang personel Brimob Polda Aceh bernama Bripda Muhammad Rio dilaporkan telah desersi dan bergabung dengan Angkatan Bersenjata Rusia sebagai tentara bayaran.
Bripda Muhammad Rio menyatakan telah berhasil bergabung dengan militer Rusia setelah mendaftar secara online ke berbagai angkatan bersenjata asing (Eropa, AS, Jerman, dan Rusia). Ia lulus berkat kemampuan berbahasa Inggris dan Rusia, serta mendapatkan pangkat Letda (Letnan Dua).
Ia mengklaim menerima bonus awal 2 juta Rubel (setara sekitar Rp420 juta) dan gaji bulanan 210 ribu Rubel (setara sekitar Rp42 juta).
Menurut informasi dari Divhubinter Polri dan koordinasi dengan Atase Kepolisian Rusia di Kedutaan Rusia Jakarta, Bripda Muhammad Rio kemungkinan besar berada di wilayah Donbass, Ukraina – garis depan pertempuran – sebagai bagian dari legiun tentara asing (sekitar 30 ribu orang) yang direkrut melalui perusahaan swasta seperti Wagner Group (meski saat ini terintegrasi lebih luas ke militer Rusia).
Saat ini, Rusia disebut memiliki sekitar 1,5 juta tentara aktif ditambah legiun asing dalam konflik tersebut.
Divhubinter Polri melalui NCB Interpol Indonesia telah berkoordinasi dengan Atase Kepolisian Rusia, NCB Interpol Moscow, dan KBRI Moscow untuk memverifikasi keberadaan serta mempertimbangkan upaya pemulangan. Namun, Atase Rusia menyatakan sulit membawa pulang yang bersangkutan dalam waktu dekat karena penempatan di front line pertempuran.

Posting Komentar