FORSOMAKAR Soroti Fasilitas FEBI UINSU, Desak Evaluasi Menyeluruh

 


Medan – Ketua Forum Solidaritas Mahasiswa untuk Kedaulatan Rakyat Sumatera Utara (FORSOMAKAR), Lian D.L. Siregar, angkat bicara terkait kondisi fasilitas di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UINSU yang dinilai masih jauh dari kata memadai.

Dalam keterangannya kepada media, Lian yang juga merupakan mahasiswa aktif di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) menyampaikan bahwa sejumlah persoalan sarana dan prasarana di lingkungan FEBI telah lama menjadi keluhan mahasiswa.

Ia menyoroti kondisi toilet umum yang dinilai kurang nyaman dan membutuhkan perhatian serius, baik dari segi kebersihan maupun kelayakan fasilitas pendukung. Menurutnya, kondisi tersebut tidak mencerminkan standar kenyamanan di lingkungan perguruan tinggi.

Selain itu, penggunaan infokus di ruang perkuliahan juga disebut kerap tidak berfungsi optimal. “Kadang bisa digunakan, kadang tidak. Hal ini tentu menghambat proses penyampaian materi perkuliahan yang seharusnya berjalan efektif dan maksimal,” ujarnya.

Permasalahan pendingin ruangan (AC) turut menjadi sorotan. Lian menyebutkan, sejumlah ruang kelas terasa kurang nyaman, terutama saat cuaca panas, karena sistem pendingin yang tidak bekerja secara maksimal. Jaringan wifi kampus pun dinilai sering tidak stabil, sehingga menyulitkan mahasiswa dalam mengakses referensi, jurnal ilmiah, maupun kebutuhan akademik berbasis daring.

“Kami berbicara bukan untuk menyudutkan pihak manapun, tetapi sebagai bentuk kepedulian terhadap kualitas pendidikan di kampus yang kami cintai ini. Mahasiswa FEBI berhak mendapatkan fasilitas yang layak demi menunjang proses belajar mengajar yang efektif dan nyaman,” tegasnya.

FORSOMAKAR mendorong pihak rektorat dan dekanat FEBI untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi sarana dan prasarana tersebut. Mereka juga berharap adanya langkah konkret dan transparan dalam perbaikan fasilitas, agar mahasiswa dapat merasakan perubahan yang nyata.

“Kami siap berdialog dan duduk bersama dengan pihak kampus untuk mencari solusi terbaik. Harapan kami sederhana, yaitu terciptanya lingkungan akademik yang nyaman, bersih, dan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sumatera Utara,” tutup Lian.

Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa sinergi antara mahasiswa dan pihak kampus sangat diperlukan demi terwujudnya pendidikan tinggi yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama