Mandailing Natal — Kondisi infrastruktur jalan menuju wilayah Pantai Barat di Kabupaten Mandailing Natal dilaporkan semakin memprihatinkan. Kerusakan parah di sejumlah titik jalan utama dikeluhkan masyarakat karena menghambat aktivitas ekonomi, mobilitas warga, hingga akses pelayanan dasar.
Sejumlah warga menilai, persoalan ini bukan hal baru, namun hingga kini belum mendapat penanganan maksimal. Jalan berlubang, berlumpur saat hujan, serta minimnya perawatan menjadi pemandangan sehari-hari di jalur penghubung ke kawasan Pantai Barat.
“Kondisi jalan sudah sangat parah. Kalau hujan, sulit dilalui, bahkan kendaraan sering terjebak. Ini jelas menghambat ekonomi masyarakat,” ujar salah seorang tokoh Masyarakat Madina H Sjahrir Nasution, Selasa (21/4).
Selain berdampak pada aktivitas warga, kerusakan jalan juga berpengaruh terhadap distribusi hasil pertanian dan perikanan yang menjadi sumber utama penghidupan masyarakat di wilayah tersebut. Biaya angkut meningkat, waktu tempuh lebih lama, dan risiko kerusakan barang semakin tinggi.
Di tengah kondisi tersebut, muncul kembali desakan dari masyarakat agar dilakukan pemekaran wilayah, dengan membentuk daerah otonom baru bernama Kabupaten Pantai Barat Mandailing. Wacana ini dinilai sebagai solusi untuk mempercepat pembangunan dan pemerataan infrastruktur.
Tokoh masyarakat menyebutkan, luas wilayah Kabupaten Mandailing Natal yang cukup besar membuat pembangunan tidak merata, terutama di daerah-daerah terpencil seperti kawasan Pantai Barat. Dengan pemekaran, diharapkan pemerintah daerah baru dapat lebih fokus menangani kebutuhan masyarakat setempat.
“Sudah saatnya Pantai Barat dimekarkan menjadi kabupaten sendiri. Selama ini pembangunan terasa lambat karena jarak dan luas wilayah. Kalau ada kabupaten baru, pelayanan publik dan pembangunan bisa lebih cepat,” ungkap seorang tokoh masyarakat.
Masyarakat juga berharap pemerintah pusat dan provinsi segera menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan kajian yang serius, sekaligus mempercepat perbaikan infrastruktur jalan yang saat ini menjadi kebutuhan mendesak.
Menurut mereka, tanpa akses jalan yang layak, potensi besar di wilayah Pantai Barat—baik di sektor pertanian, perikanan, maupun pariwisata—tidak akan berkembang optimal.
“Perbaikan jalan itu kebutuhan mendesak. Tapi ke depan, pemekaran wilayah juga penting agar pembangunan tidak terus tertinggal,” tambahnya.
Hingga kini, masyarakat masih menunggu langkah konkret dari pemerintah dalam merespons keluhan tersebut, baik melalui perbaikan infrastruktur secara menyeluruh maupun realisasi pemekaran wilayah sebagai solusi jangka panjang.red

Posting Komentar