Medan - Dinamika penempatan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Medan tidak lagi dapat dibaca semata sebagai kebijakan administratif. Di balik masuknya ASN dari luar daerah yang kemudian menduduki posisi strategis, muncul dugaan kuat adanya kepentingan politik yang sedang dimainkan dalam tubuh birokrasi.
Wakil Ketua DPC GMNI Medan, Justin Pasaribu, menilai bahwa pola tersebut mengindikasikan adanya upaya sistematis untuk merestrukturisasi kekuatan birokrasi dengan tujuan politik tertentu. Ia menegaskan bahwa birokrasi Pemko Medan saat ini tidak berada dalam ruang netral, melainkan tengah berada dalam tarik-menarik kepentingan kekuasaan.
“Ini bukan lagi sekadar soal ASN masuk dari luar atau tidak. Ini soal arah politik kekuasaan. Ketika ASN dari luar langsung ditempatkan di posisi strategis, publik berhak bertanya: untuk kepentingan siapa birokrasi ini sedang dibentuk?” tegas Justin.
Menurutnya, kebijakan tersebut tidak bisa dilepaskan dari konteks relasi politik antara kepemimpinan saat ini dengan kepemimpinan sebelumnya, yang kini telah bertransformasi dalam posisi kekuasaan yang lebih tinggi, yakni sebagai Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution.
Justin menduga, langkah mendatangkan ASN dari luar merupakan bagian dari strategi untuk mengikis pengaruh politik yang masih tersisa di internal Pemko Medan, khususnya yang dianggap memiliki afiliasi dengan kepemimpinan sebelumnya.
“Kalau kita tarik garis lurus, ini sangat politis. Ada kesan kuat bahwa ASN di dalam Pemko Medan tidak sepenuhnya dipercaya karena dianggap masih memiliki kedekatan dengan kekuasaan sebelumnya yang hari ini berada di level provinsi. Maka solusi yang diambil adalah ‘mengimpor’ kekuatan baru dari luar,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menilai bahwa langkah tersebut berpotensi menjadi bagian dari konsolidasi kekuasaan jangka panjang. Penempatan ASN bukan lagi semata untuk kebutuhan pelayanan publik, melainkan sebagai instrumen untuk membangun loyalitas politik di dalam struktur birokrasi.
Lanjut dikolom komentar
#mediagagroup

Posting Komentar