Ketua Warga di Gunung Mas Diduga Dianiaya Sekelompok Orang, Polisi Selidiki Motif

 


Gunung Mas, Kalimantan Tengah – Seorang warga bernama Ahmad Syamsuri (38) dilaporkan menjadi korban dugaan penganiayaan oleh sekelompok orang di Desa Tumbang Naan, Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas, pada Rabu (13/5/2026) sore. Peristiwa ini menjadi perhatian luas setelah informasi dan rekaman terkait kejadian tersebut beredar di media sosial.

Menurut informasi yang beredar di masyarakat, korban yang dikenal sebagai salah satu tokoh warga disebut sebelumnya aktif menyuarakan penolakan terhadap aktivitas pertambangan di wilayah tersebut. Namun hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan motif dan kronologi pasti kejadian.

Sejumlah saksi menyebut korban ditemukan dalam kondisi luka berat setelah diduga diserang oleh banyak orang saat dalam perjalanan pulang dari ladang. Warga setempat kemudian memberikan pertolongan dan membawa korban ke fasilitas kesehatan sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit di Palangka Raya untuk penanganan intensif.

Kepolisian setempat menyatakan telah turun tangan menangani kasus ini. Kapolres Gunung Mas menegaskan bahwa pihaknya sedang mengumpulkan keterangan saksi serta barang bukti untuk mengungkap pelaku dan memastikan fakta yang sebenarnya terjadi.

“Kami masih melakukan pendalaman. Semua pihak yang terlibat akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar pihak kepolisian dalam keterangan awal.

Sementara itu, perwakilan Komnas HAM menyatakan keprihatinan atas kejadian tersebut dan mendorong aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan secara transparan serta memberikan perlindungan kepada korban dan saksi.

Pemerintah daerah Kalimantan Tengah juga dikabarkan tengah meninjau kembali aktivitas pertambangan di lokasi terkait, menyusul adanya konflik yang melibatkan warga setempat.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi korban masih dalam penanganan medis, sementara aparat terus melakukan penyelidikan guna memastikan kebenaran informasi yang beredar serta menindak pihak-pihak yang terbukti bersalah.

Catatan redaksi: Sejumlah informasi yang beredar di media sosial terkait detail kejadian masih belum terverifikasi sepenuhnya. Masyarakat diimbau untuk menunggu hasil penyelidikan resmi dan tidak menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama