Medan— Khutbah Jumat di Masjid Assyakirin Johor pada Jumat, 12 Zulhijjah 1447 H / 29 Mei 2026, menghadirkan tema “Ka’bah: Pembangunan Berkelanjutan” yang disampaikan oleh . Dalam khutbahnya, Asren menegaskan bahwa pembangunan sejati harus dibangun di atas nilai tauhid, akuntabilitas, kolaborasi, dan keberlanjutan lintas generasi.
Di hadapan ratusan jamaah, Asren menjelaskan bahwa pembangunan tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan fisik semata, tetapi juga pembangunan moral, spiritual, dan sosial yang melibatkan seluruh unsur masyarakat.
“Pembangunan dari rakyat, untuk kesejahteraan rakyat, menciptakan lingkungan sosial harmonis serta kelestarian alam yang terjaga,” ujar Asren dalam khutbahnya.
Ia menekankan bahwa konsep pembangunan berkelanjutan telah dicontohkan sejak masa Nabi Ibrahim AS ketika membangun Ka’bah bersama Nabi Ismail AS. Menurutnya, nilai-nilai tersebut tetap relevan untuk diterapkan dalam kehidupan modern, termasuk dalam tata kelola pemerintahan, pendidikan, hingga pembinaan generasi muda.
Asren juga menyoroti pentingnya mempersiapkan generasi penerus yang tangguh menghadapi tantangan global. Ia menilai, pembangunan tanpa kaderisasi hanya akan melahirkan kemajuan sesaat.
“Menyiapkan generasi siap pakai, tidak gagap menghadapi dinamika persaingan global, adalah kehendak alam. Kita wajib mempersiapkan mereka agar mampu melanjutkan perjuangan dakwah dan pembangunan umat,” katanya.
Dalam khutbah tersebut, Asren mengutip lima doa Nabi Ibrahim AS setelah pembangunan Ka’bah sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Baqarah ayat 127–129. Menurutnya, doa-doa tersebut menunjukkan pentingnya visi jangka panjang dalam membangun peradaban umat.
Selain itu, ia juga menekankan bahwa regulasi dan tata kelola yang baik merupakan fondasi penting dalam menciptakan pembangunan yang berkeadilan dan berkesinambungan.
“Regulasi yang taat asas dan akuntabel merupakan pilar fundamental mewujudkan pembangunan berkelanjutan,” tegasnya.
Materi khutbah turut memuat sejumlah poin penting mengenai hikmah pembangunan berkelanjutan, di antaranya pentingnya partisipasi masyarakat, kolaborasi lintas generasi, kepemimpinan yang amanah dan visioner, serta kesadaran untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan diri.
Jamaah yang hadir tampak antusias mengikuti khutbah hingga selesai. Sejumlah jamaah mengaku mendapatkan perspektif baru karena materi yang disampaikan tidak hanya membahas sejarah pembangunan Ka’bah, tetapi juga dikaitkan dengan tantangan pembangunan sosial dan karakter bangsa saat ini.
Melalui tema tersebut, Masjid Assyakirin Johor menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan dakwah yang edukatif, kontekstual, dan relevan dengan perkembangan zaman, khususnya dalam membangun kesadaran umat terhadap pentingnya pembangunan berkelanjutan yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Posting Komentar