Oleh : Ust Abdul Latif Khan
*Rumah yang Tidak Pernah Mengenal Kesedihan*
Di dunia, rumah sering menjadi tempat berteduh. Namun tidak sedikit rumah yang juga menjadi saksi air mata, pertengkaran, sakit, kehilangan, dan perpisahan.
Berbeda dengan rumah-rumah di surga.
Allah telah menghilangkan seluruh sebab kesedihan dari kehidupan penghuninya. Tidak ada lagi rasa takut. Tidak ada lagi kecemasan. Tidak ada lagi kabar buruk yang membuat dada sesak.
Allah Ta'ala berfirman:
> "Mereka tidak merasa takut di dalamnya dan mereka tidak pula bersedih hati."
(QS. Al-A'raf: 49)
Rumah-rumah surga dipenuhi ketenangan yang tidak pernah dirasakan secara sempurna oleh manusia di dunia.
---
*Istana yang Dibangun dari Kemuliaan*
Rasulullah ï·º mengabarkan bahwa di surga terdapat bangunan-bangunan yang sangat indah.
Beliau bersabda:
> "Batu batanya dari emas dan perak, adukannya dari minyak kasturi yang harum."
(HR. At-Tirmidzi)
Tidak ada cat yang mengelupas.
Tidak ada dinding yang retak.
Tidak ada atap yang bocor.
Tidak ada listrik yang padam.
Tidak ada biaya perawatan.
Semua berada dalam kesempurnaan yang abadi.
---
*Sungai Mengalir di Sekitar Rumah*
Allah menggambarkan bahwa di bawah istana-istana surga mengalir sungai-sungai yang indah.
Ada sungai air yang jernih.
Ada sungai susu yang tidak berubah rasanya.
Ada sungai madu yang murni.
Ada sungai minuman yang lezat bagi para penghuni surga.
Semua mengalir tanpa kotoran, tanpa limbah, dan tanpa pencemaran.
Setiap kali penghuni surga memandang keluar dari rumahnya, mata mereka disambut oleh pemandangan yang menenangkan jiwa.
---
*Rumah yang Dipenuhi Cahaya*
Di dunia kita membutuhkan lampu untuk mengusir gelap.
Di surga tidak demikian.
Cahaya berasal dari kenikmatan yang Allah ciptakan bagi para penghuninya.
Tidak ada malam yang menakutkan.
Tidak ada sudut rumah yang menyeramkan.
Tidak ada rasa waswas.
Seluruh suasana dipenuhi kedamaian dan cahaya kebahagiaan.
---
*Tempat Berkumpul Keluarga yang Dicintai*
Salah satu kenikmatan terbesar penghuni surga bukan hanya rumahnya yang indah, tetapi hadirnya orang-orang yang dicintai di sekelilingnya.
Ayah bertemu anak.
Ibu bertemu putrinya.
Suami bertemu istrinya.
Keluarga yang beriman dipertemukan kembali oleh Allah dalam kebahagiaan yang tidak pernah berakhir.
Allah berfirman:
> "Dan orang-orang yang beriman, dan anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan anak cucu mereka dengan mereka."
(QS. Ath-Thur: 21)
Betapa indahnya rumah yang tidak lagi mengenal kata perpisahan.
---
*Tidak Ada Penyakit dan Kelelahan*
Di rumah-rumah dunia terkadang ada kamar sakit, obat-obatan, dan tangisan keluarga.
Di surga semua itu telah berakhir.
Tidak ada penghuni rumah yang demam.
Tidak ada yang menua.
Tidak ada yang lemah.
Tidak ada yang meninggal.
Tidak ada suara ambulans.
Tidak ada kabar duka.
Yang ada hanyalah kebahagiaan yang terus bertambah.
---
*Muhasabah*
Hari ini kita begitu sibuk memperindah rumah dunia.
Kita bekerja keras demi bangunan yang suatu hari akan kita tinggalkan.
Padahal Rasulullah ï·º mengajarkan bahwa rumah terbaik adalah rumah yang akan kita tempati selamanya.
Maka jangan hanya membangun rumah di bumi.
Bangunlah pula rumahmu di surga.
Dengan shalat yang khusyuk.
Dengan sedekah yang ikhlas.
Dengan air mata taubat.
Dengan kesabaran dalam ujian.
Dengan amal-amal yang dicintai Allah.
Semoga kelak Allah mempertemukan kita di rumah-rumah surga yang penuh cahaya, penuh cinta, dan penuh kebahagiaan yang tidak pernah berakhir.
Ya Allah, jadikanlah kami penghuni rumah-rumah indah di surga-Mu bersama orang-orang yang kami cintai karena-Mu. Aamiin.

Posting Komentar