Ketua Tim Komisi VII DPR RI dan Gubernur Sumut Kunjungi Paviliun Asahan di PRSU 2026, Sepatu Bunut Raih Apresiasi Luar Biasa

 


MEDAN – Kehadiran Paviliun Kabupaten Asahan dalam ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 mencuri perhatian kalangan pemangku kepentingan tingkat pusat dan daerah. Kamis (9/7/2026) sekira pukul 16.45 Wib, Ketua Tim Komisi VII DPR RI, Dr. Evita Nursanty, M.Sc., didampingi langsung oleh Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, S.E., M.M., mengunjungi stan yang menjadi rumah bagi berbagai potensi unggulan daerah tersebut.

 

PRSU 2026 sendiri merupakan ajang promosi budaya, perdagangan, investasi, dan ekonomi kreatif terbesar di wilayah Sumatera Utara yang mengusung tema "Harmoni Emas dengan Semangat Kolaborasi Tradisi, Bangkitkan Inspirasi". Berlangsung sejak 3 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Area PRSU Kota Medan, kegiatan ini menampilkan ragam pameran produk UMKM, pertunjukan seni budaya, hingga kolaborasi lintas pelaku industri kreatif dari seluruh kabupaten dan kota se-Sumatera Utara.

 

Kedatangan rombongan pimpinan tingkat pusat dan provinsi tersebut disambut hangat oleh Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta pejabat terkait dan tamu undangan lainnya.

 

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Dr. Evita Nursanty beserta rombongan meninjau secara langsung berbagai produk unggulan yang ditampilkan, mulai dari ikon andalan daerah Sepatu Bunut, bibit kultur jaringan produksi PT Hijau Surya Biotechindo, hingga beragam karya kreatif hasil jerih payah pelaku UMKM Kabupaten Asahan.

 

Bupati Asahan dalam kesempatan itu memaparkan perkembangan industri Sepatu Bunut yang kini telah menjadi kebanggaan daerah dan memiliki peluang besar untuk menembus pasar nasional. Dr. Evita Nursanty pun memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas produk tersebut. Menurutnya, Sepatu Bunut memiliki desain yang menarik, kerapian jahitan yang memukau, serta daya saing yang kuat untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Sebagai tanda dukungan nyata terhadap produk lokal, beliau turut membeli satu pasang Sepatu Bunut ukuran 38.

 

"Kami berharap Pemerintah Kabupaten Asahan terus konsisten memberikan pembinaan, pendampingan, dan dukungan menyeluruh kepada para pelaku UMKM. Agar mereka senantiasa meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, dan terus berinovasi demi menguatkan perekonomian daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Dr. Evita Nursanty.

 

Sementara itu, Bupati Taufik Zainal Abidin menjelaskan bahwa industri Sepatu Bunut telah tumbuh dan berkembang sejak tahun 1998, berpusat di sepanjang Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Bunut dan Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kisaran Barat, yang berjarak sekitar 3,5 kilometer dari Kantor Bupati Asahan. Produk ini memiliki ciri khas unik berupa model tanpa tali dan tanpa tumit yang dikenal dengan sebutan pansus, tersedia bagi kalangan pria maupun wanita dengan beragam pilihan desain, kualitas tahan lama, serta harga yang sangat terjangkau.

 

Keistimewaan Sepatu Bunut juga terletak pada teknik pembuatannya yang berbeda dari sepatu pada umumnya, yaitu pemasangan kulit dilakukan mulai dari bagian tapak naik ke arah bagian atas, sehingga menghasilkan produk yang jauh lebih kokoh dan awet. Hingga kini, para pengrajin tetap mempertahankan teknik tradisional ini sekaligus mengelola pemasaran secara mandiri melalui rumah produksi dan toko masing-masing.

 

"Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Ketua Tim Komisi VII DPR RI beserta rombongan dan Bapak Gubernur Sumatera Utara atas kunjungan berharga ini. Semoga perhatian ini menjadi motivasi tambahan bagi kami dan seluruh pelaku UMKM di Asahan untuk terus berbenah, meningkatkan kualitas, dan memperluas jangkauan pasar," tambah Bupati Taufik.

 

Melalui keikutsertaan dalam PRSU 2026, Pemerintah Kabupaten Asahan menaruh harapan besar agar produk-produk unggulan daerah semakin dikenal luas oleh masyarakat, pangsa pasar UMKM semakin meluas, daya saing produk lokal semakin menguat, dan pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Asahan secara menyeluruh.

 

Sekira pukul 17.15 Wib, seluruh rangkaian kegiatan kunjungan berjalan lancar dan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan. 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama