SALATIGA – Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin atau yang akrab disapa Gus Rozin, menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 NU.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum Silaturahim Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Tengah di Salatiga, Rabu (15/7/2026). Dalam kesempatan itu, Gus Rozin mengusung semangat "Solusi Jalan Tengah Paling Ideal, No Drama" sebagai narasi utama menuju kontestasi kepemimpinan PBNU.
Berdasarkan materi publikasi yang beredar, Gus Rozin yang berusia 49 tahun memiliki rekam jejak panjang di lingkungan Nahdlatul Ulama. Ia pernah menjadi Pengurus Pusat IPNU, Pengurus Pusat GP Ansor, Wakil Ketua LP Ma'arif PBNU, Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah PBNU, Katib Syuriah PBNU, hingga dipercaya sebagai Ketua PWNU Jawa Tengah periode 2024–2029.
Di bidang pendidikan, Gus Rozin menempuh pendidikan formal di Perguruan Islam Mathali'ul Falah Kajen Pati, STAI Al Aqidah Jakarta, Monash University Australia (S2), serta UIN Walisongo (S3). Selain itu, ia aktif sebagai pengasuh pesantren, pendidik, dan Rektor Institut Pesantren Mathali'ul Falah.
Pengabdiannya juga mencakup berbagai tugas di tingkat nasional, antara lain pernah menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Keagamaan, anggota Tim Komunikasi Sosial Kementerian Sekretariat Negara, Tim Penyusun Pidato Kenegaraan Presiden, Panitia Seleksi Anggota Ombudsman RI, hingga Panitia Seleksi Calon Anggota KPU dan Bawaslu Pusat.
Dalam visi yang diusungnya, Gus Rozin menekankan pentingnya menjadikan NU sebagai rumah besar umat yang memperkuat kemandirian organisasi, menjaga persatuan warga NU, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi bangsa dengan semangat Islam moderat. Misinya meliputi penguatan ukhuwah, kemandirian ekonomi dan pendidikan warga NU, serta peningkatan peran NU di tingkat nasional maupun global.
Majunya Gus Rozin menambah dinamika menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2026. Sejumlah kalangan menilai rekam jejak organisasi, pengalaman di dunia pendidikan, serta kiprah di pemerintahan menjadi modal penting dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum PBNU mendatang.

Posting Komentar