Siksa Neraka bagi Para Pelaku Korupsi

 


Oleh: Ust Abdul Latif Khan


Ketika Harta Haram Menjadi Api


Ada orang yang tersenyum ketika berhasil menggelapkan uang negara.


Ada yang merasa bangga karena mampu memanipulasi anggaran.


Ada yang menikmati rumah megah, kendaraan mewah, dan kehidupan serba berlimpah dari harta yang bukan miliknya.


Namun mereka lupa.


Setiap rupiah yang diambil secara zalim akan berubah menjadi saksi di hadapan Allah.


Setiap hak rakyat yang dirampas akan menjadi tuntutan pada Hari Kiamat.


Dan setiap suapan yang masuk ke dalam perut akan menjadi bahan bakar yang menyeret pelakunya menuju neraka jika ia tidak bertaubat dengan taubat yang sebenar-benarnya.


Allah tidak pernah lalai.


Dia hanya menangguhkan.


Lalu datanglah hari ketika tidak ada lagi jabatan, tidak ada lagi kekuasaan, tidak ada lagi pengacara, dan tidak ada lagi jalan untuk melarikan diri.


Korupsi Adalah Pengkhianatan Amanah


Allah Ta'ala berfirman:


"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul, dan jangan pula kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui."


(QS. Al-Anfal: 27)


Korupsi adalah bentuk nyata dari pengkhianatan terhadap amanah.


Seorang pemimpin diberi amanah untuk melayani rakyat.


Seorang pegawai diberi amanah menjaga keuangan.


Seorang pejabat diberi amanah mengelola kekayaan negara.


Namun ketika amanah itu dijual demi kepentingan pribadi, sesungguhnya ia sedang menggali lubang siksa bagi dirinya sendiri.


Rasulullah ï·º Mengancam Pelaku Penggelapan Harta


Allah berfirman:


"Barang siapa berkhianat dalam urusan harta rampasan, maka pada Hari Kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu."


(QS. Ali 'Imran: 161)


Para ulama menjelaskan bahwa ayat ini menjadi dasar besarnya dosa ghulul, yaitu mengambil harta yang bukan haknya dari harta bersama. Maknanya mencakup setiap bentuk pengkhianatan terhadap amanah harta, termasuk korupsi.


Rasulullah ï·º bersabda:


"Barang siapa yang kami angkat menjadi pegawai untuk suatu tugas, kemudian ia menyembunyikan satu jarum atau lebih dari hasil tugasnya, maka itu adalah ghulul yang akan ia bawa pada Hari Kiamat."


(HR. Muslim, no. 1833)


Jika mengambil satu jarum saja diancam demikian berat, lalu bagaimana dengan mereka yang menggelapkan miliaran bahkan triliunan rupiah?


Harta Korupsi Akan Menjadi Bahan Bakar Neraka


Rasulullah ï·º bersabda:


"Setiap daging yang tumbuh dari harta haram, maka neraka lebih pantas baginya."


(HR. At-Tirmidzi, no. 614; dinilai hasan)


Tubuh yang selama puluhan tahun tumbuh dari makanan haram.


Anak-anak yang dibesarkan dengan harta haram.


Rumah yang dibangun dari hasil korupsi.


Kendaraan yang dibeli dari uang rakyat.


Semuanya akan dimintai pertanggungjawaban.


Tidak ada satu suapan pun yang terlupakan.


Korupsi Menghancurkan Kehidupan Banyak Orang


Korupsi bukan dosa yang berhenti pada pelakunya.


Korupsi membuat jalan rusak.


Korupsi membuat sekolah terbengkalai.


Korupsi membuat rumah sakit kekurangan fasilitas.


Korupsi membuat rakyat miskin semakin menderita.


Korupsi dapat menyebabkan orang kehilangan pekerjaan, kehilangan pelayanan kesehatan, bahkan kehilangan nyawa akibat buruknya fasilitas publik.


Setiap penderitaan yang lahir dari korupsi akan menjadi catatan yang terus bertambah selama dampaknya masih dirasakan manusia.


Hari Ketika Semua Korban Menuntut


Bayangkan...


Di Padang Mahsyar, jutaan orang berdiri mengelilingimu.


Mereka berkata,


"Ya Allah...


Orang inilah yang mengambil hak kami.


Karena korupsinya, kami hidup dalam kemiskinan.


Karena korupsinya, anak kami tidak sekolah.


Karena korupsinya, kami menderita."


Hari itu tidak ada lagi uang suap.


Tidak ada lagi lobi.


Tidak ada lagi kekuasaan.


Yang tersisa hanyalah amal.


Dan jika amal habis, dosa-dosa para korban akan dipindahkan kepadamu sebagaimana dijelaskan dalam hadis tentang orang yang bangkrut.


(HR. Muslim, no. 2581)


Pintu Taubat Masih Terbuka


Selama nyawa belum sampai di tenggorokan dan matahari belum terbit dari barat, pintu taubat masih terbuka.


Namun taubat dari korupsi tidak cukup hanya dengan menangis.


Ia menuntut:


• Berhenti dari perbuatan itu.


• Menyesali sepenuh hati.


• Bertekad tidak mengulanginya.


• Mengembalikan seluruh harta yang diambil atau menggantinya semampunya.


• Memohon ampun kepada Allah dengan taubat yang tulus.


Renungan


Jangan tertipu oleh harta yang membuatmu tampak kaya di dunia.


Sebab boleh jadi, itulah kayu bakar yang sedang engkau kumpulkan untuk neraka.


Lebih baik hidup sederhana dengan rezeki yang halal daripada hidup mewah dengan harta yang akan berubah menjadi api.


Karena pada akhirnya...


Bukan seberapa banyak harta yang kita bawa ke liang kubur.


Tetapi seberapa bersih harta itu di hadapan Allah.


«"Ya Allah, cukupkanlah kami dengan rezeki-Mu yang halal sehingga kami tidak membutuhkan yang haram. Kayakanlah kami dengan karunia-Mu sehingga kami tidak bergantung kepada selain-Mu."

(HR. At-Tirmidzi, no. 3563; dinilai hasan oleh sebagian ulama)»

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama