Syahrir Nasution: Pena Jurnalis Sejati Bukan untuk Mencari Kekayaan, tetapi Menjunjung Harga Diri



Medan – Tokoh masyarakat Sumatera Utara, H. Syahrir Nasution, menegaskan bahwa profesi jurnalis merupakan panggilan moral yang harus dijalankan dengan integritas, keberanian, dan tanggung jawab kepada publik, bukan semata-mata untuk mengejar keuntungan materi.

Menurut Syahrir, seorang jurnalis sejati harus menjadikan pena sebagai alat untuk menyuarakan kebenaran, mengawasi jalannya pemerintahan, serta membela kepentingan masyarakat.

"Pena jurnalis sejati bukanlah untuk mencari kekayaan, tetapi menjunjung harga diri seorang jurnalis," tegas Syahrir, Sabtu (1/8/2026).

Ia menilai, di tengah derasnya arus informasi dan berbagai kepentingan yang dapat memengaruhi independensi media, wartawan dituntut tetap memegang teguh kode etik jurnalistik. Menurutnya, integritas merupakan modal utama agar profesi pers tetap dipercaya masyarakat.

Syahrir mengatakan, kehormatan seorang jurnalis tidak diukur dari besarnya materi yang diperoleh, melainkan dari keberanian menyampaikan fakta, menjaga independensi, serta konsisten berpihak pada kepentingan publik.

Selain menyoroti dunia jurnalistik, Syahrir juga menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya pendidikan sebagai fondasi kemajuan bangsa. Ia menyebut keberadaan Universitas Amir Hamzah memiliki peran strategis dalam mencetak generasi penerus yang berilmu, berkarakter, dan memiliki semangat kebangsaan.

"Universitas Amir Hamzah berdiri untuk mencerdaskan anak bangsa Indonesia secara terdidik guna mewujudkan harapan bangsa sesuai cita-cita Indonesia ke depan," ujarnya.

Menurut Syahrir, perguruan tinggi tidak hanya bertugas melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga membangun karakter, moral, dan jiwa kepemimpinan yang mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat.

Ia berharap insan pers dan dunia pendidikan dapat berjalan beriringan dalam membangun bangsa. Pers yang independen berperan mengawal demokrasi dan mengawasi jalannya pemerintahan, sedangkan perguruan tinggi menjadi tempat lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas dan berintegritas.

"Jika pers menjaga kebenaran dan dunia pendidikan berhasil mencetak generasi yang cerdas serta berakhlak, maka cita-cita Indonesia yang adil, maju, dan bermartabat akan lebih mudah diwujudkan," pungkasnya.red

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama