TANJUNG PURA, LANGKAT — Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (PW ISMI) Sumatera Utara melaksanakan ziarah dan doa sebagai napak tilas perjuangan tokoh Melayu, Jumat (14/8/2026).
Rombongan PW ISMI Sumut mengunjungi makam Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan di Babussalam, Besilam, Tanjung Pura, serta makam sastrawan besar Melayu, Tengku Amir Hamzah.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda ziarah, tetapi juga momentum untuk menggali kembali nilai perjuangan, pendidikan, spiritualitas dan kebudayaan yang diwariskan para tokoh Melayu kepada generasi penerus.
Sebelum melakukan ziarah ke makam Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan, rombongan PW ISMI Sumut terlebih dahulu bersilaturahmi dengan Tuan Guru Dr. Zikmal Fuad, MA, yang merupakan Tuan Guru Babussalam ke-12.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua PW ISMI Sumut Prof. Nisful Khoir menyampaikan bahwa ISMI telah berdiri selama 40 tahun dan baru saja melaksanakan pelantikan serta Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil).
Menurut Nisful, ISMI merupakan wadah para sarjana Melayu yang diharapkan mampu memberikan kontribusi pemikiran bagi bangsa, khususnya dalam pembangunan Sumatera Utara.
“ISMI merupakan wadah sarjana Melayu memberikan kontribusi pemikiran kepada bangsa, khususnya Sumatera Utara. Kami memohon nasehat-nasehat dari Tuan Guru agar gerak dan perjuangan kami dapat terlaksana dengan baik,” ujar Prof. Nisful.
Tuan Guru Dr. Zikmal Fuad menyambut baik kedatangan rombongan PW ISMI Sumut ke Persulukan Tarekat Naqsyabandiyah di Besilam.
Ia berharap keberadaan ISMI dapat menjadi salah satu kekuatan intelektual yang mendorong kemajuan masyarakat Melayu, terutama melalui peningkatan kualitas pendidikan.
“ISMI diharapkan mampu mendorong orang-orang Melayu menjadi cendekia dan memiliki standar pendidikan yang layak, karena selama ini masih belum berjalan dengan baik,” ujar Tuan Guru Dr. Zikmal Fuad.
Menghidupkan Kembali Warisan Intelektual Melayu
Ziarah ke makam Syekh Abdul Wahab Rokan menjadi bagian penting dalam perjalanan PW ISMI Sumut. Syekh Abdul Wahab Rokan al-Khalidi an-Naqsyabandi dikenal sebagai ulama besar yang mendirikan dan mengembangkan Tarekat Naqsyabandiyah di Kampung Babussalam, Besilam, Langkat, sejak 1883.
Dalam catatan sejarah, sebelum mengembangkan tarekat tersebut di tanah kelahirannya, Syekh Abdul Wahab Rokan berguru kepada Syekh Sulaiman Zuhdi di Jabal Abu Qubais, Mekah.
Dari gurunya tersebut, Abdul Wahab memperoleh ijazah dan baiat untuk mengamalkan sekaligus menyiarkan Tarekat Naqsyabandiyah di tanah kelahirannya.
Warisan Syekh Abdul Wahab Rokan tidak hanya berkaitan dengan kehidupan spiritual, tetapi juga membentuk tradisi pendidikan, kedisiplinan, kemandirian dan kehidupan sosial masyarakat di Babussalam.
Karena itu, bagi PW ISMI Sumut, napak tilas tersebut menjadi momentum untuk mengingatkan kembali bahwa perjuangan tokoh Melayu masa lalu harus diterjemahkan dalam bentuk perjuangan intelektual dan pembangunan masyarakat pada masa kini.
Terlebih di tengah tantangan zaman, masyarakat Melayu dituntut tidak hanya mempertahankan identitas budaya, tetapi juga memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan dan kontribusi nyata bagi bangsa.
Dari Babussalam, pesan itu kembali ditegaskan: warisan perjuangan tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus dilanjutkan melalui karya, ilmu dan pengabdian.

Posting Komentar